Beranda kutim Ngafifuddin : Untuk Reses Saja, Anggota Kerap Gunakan Uang Pribadi

Ngafifuddin : Untuk Reses Saja, Anggota Kerap Gunakan Uang Pribadi

271
0

KONDISI keuangan Pemkab Kutim benar-benar parah, jika selama ini dikabarkan anggota dewan sebagai wakil rakyat selalu mendapat perlakuan istimewa, ternyata tidak. Ngafifuddin – anggota DPRD Kutim dari PDI-

Ngafifuddin- Anggota DPRD Kutim
Perjuangan (PDI-P) mengaku tidak bisa maksimal melakukan reses, karena dana reses, tidak cukup. “Bagaimana kami akan maksimal melakukan reses, dana reses yang nilainya hanya Rp30 juta yang dicairkan hanya Rp10 juta, sehingga masih terutang Rp20 juta,” kata Ngafipuddin.
Disebutkannya, setiap titik reses, dibutuhkan minimal Rp5 juta. Dana ini digunakan untuk makan dan minum peserta yang hadir. “Bayangkan kalau setiap reses yang datang 100 orang, apa tidak habis dana Rp5 juta. Kalau dilakukan di beberapa lokasi, maka dana Rp30 juta sebenarnya masih kurang. Tapi faktanya, dana reses tahun 2017 saja, masih ada belum terbayar,” ungkapnya.
Karena masalah dana reses ini, Ngafifuddin mengakui, reses yang dilakukan DPRD tidak akan maksimal. Padahal, esensi reses itu untuk menyerap aspirasi masyarakat di dapil masing-masing anggota DPRD, namun kalau tidak dilakukan maksimal, maka tentu tidak akan maksimal reses itu.
Bukan hanya reses, kata Politikus PDI-P ini, akibat ketiadaan anggaran, kegiatan DPRD banyak yang terkendala padahal dalam Bamus telah dijadwalkan kunjungan kerja ke luar daerah atau di dalam daerah seperti ke kecamatan, karena anggaran tidak ada, jadinya hanya berlalu saja sekedar tertera dalam dokumen rapat Banmus. sangat
“Jujur saja, anggota DPRD yang dapil Kota, masih enak. Tapi yang dapil di kecamatan kesulitan karena uang Rp10 juta sekali jalan itu, mungkin tak cukup. Sementara masyarakat yang kerap bertamu ke DPRD, menanyakan kenapa jarang turun lagi ke desa,” sebutnya seraya menambahkan banyak anggota DPRD terpaksa menggunakan dana pribadi.(ADV-DPRD KUTIM)