Beranda ekonomi Pendirian Pabrik Semen, Pemkab Menunggu Kajian Ilmiah

Pendirian Pabrik Semen, Pemkab Menunggu Kajian Ilmiah

618
0

SANGATTA (8/9-2017)
Kapan pabrik semen di Kaliorang mulai dibangun, belum ada kepastian. Pasalnya, ijin bisa terbit setelah ada kajian akademis terkait dampak lingkungan. Kepala Bagian SDA Setkab Kutim, Pranowo, menerangkan pemkab terus mengumpulkan data-data potensi yang ada di kawasan poegunungan Karst terutama wilayah yang boleh dan tidak dieksploitasi.
Ia mengakui wasan karst memiliki manfaat sebagai daerah penyangga air tanah, selain itu sebagian kawasan karst di kutim miliki potensi situs sejarah karena terdapat gambar tapak tangan manusia purba yang umurnya diperkirakan ribuan tahun.
Belajar dari beberapa daerah di Indonesia yang menjadi daerah produsen semen, kata Pranowo, selain memberikan keutungan bagi daerah, eksplorasi semen berimbas peningkatan perekonomian daera, penyerapan tenaga kerja serta percepatan pembangunan yang menggunakan semen.
Ditemui Suara Kutim.com belum lama ini,diakuinya, izin pembangunan pabrik semen di Kutim sudah dikantongi Kobexindo namun kegiatan pembangunan dan eksplorasi belum dilakukan karena pemkab dan perusahaan menunggu hasil analisis dampak lingkungan dan kajian akademis dari kegiatan eksploitasi pengunungan karst. “Hasil kajian akademis inilah yang nantinya akan menjadi dasar pijakan bagi pemkab untuk melanjutkan kembali izin eksplorasi karst atau mengentikannya walaupun tidak semua wilayah karst yang ada akan dilakukan eksplorasi sebagai bahan baku semen,” bebernya.
Seperti diwartakan rencana pembangunan pabrik semen di Kutim yang menggunakan bahan baku dari pengunungan karts, ditentang sejumlah pihak. Mereka menyayangkan jika pengunungan yang ada dieksploitasi karena bisa merusak lingkungan terutama sumber air, namun ada juga pihak yang mendukung dengan alasan membuka lapangan kerja serta membantu peningkatan ekonomi daerah termasuk percepatan pembangunan.(SK2/SK13)