Beranda hukum Pasca Idul Fitri, Daging dan Telur Ayam Ikut Terbang

Pasca Idul Fitri, Daging dan Telur Ayam Ikut Terbang

57
0
Suasana penjualan ayam di Pasar Induk Sangatta (PIS)

SANGATTA (29/7-2018)
Melambungnya harga daging ayam potong beberapa waktu termasuk telur, akibat merosotnya pasokan yang tiada lain berkurangnya stok pasca lebaran. Kepala seksi Perdagangan Dalam Negeri Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Ahmad Dony Erviady, belum lama ini kepada Suara Kutim.com menyebutkan tingginya harga ayam potong tidak terjadi di Sangatta saja tetapi hampir di semua daerah termasuk Bontang.
“Kurangannya pasokan ayam potong, karena pada Ramadhan dan Idul Fitri semua stok dikeluarkan sehingga ketersediaan minim, disisi lain peternakan masih dalam tahap pembibitan,” terangnya.
Dijelaskan Doni, peternak ayam di Kutim selama ini belum mampu memenuhi kebutuhan daging dan telur di Sangatta, karenany sebagian besar daging dan telur ayam dipasok dari luar seperti Samarinda bahkan Sulsel. “Pada waktu puasa dan idul fitri, peternakan dari luar biasanya datang membanjiri pasar-pasar Sangatta dan sekitarnya namun tahun ini tidak sehingga peternak di Kutim yang menutupi kebutuhan masyarakat, akibatnya ketika peternak dari luar belum juga masuk menyebabkan ketersediaan menipis karena peternak di Kutim masih dalam pembibitan,” bebernya.
Ia mengakui sempat kaget harga daging ayam di Pasar Induk Sangatta (PIS) bisa mencapai Rp80 ribu perkilogram, bahkan di Bontang lebih Rp100 ribu. Demikian dengan telur yang ikut naik tak karuan, sehingga pembuat pedagang makanan kelimpungan untuk melakukan penyesuaian harga.(SK6)