Beranda hukum Pejabat Kutim Sudah Diingatkan KPK

Pejabat Kutim Sudah Diingatkan KPK

464
0
Suasana pertemuan Tim Evaluasi Pencegahan Korupsi KPK dengan Pemkab Kutim beberapa waktu lalu sebelum terjadi OTT.

SANGATTA (9/8-2020)

            Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap sejumlah pejabat Pemkab Kutim, ternyata tidak ujuk-ujuk tetapi sudah lama diingatkan. Dari penelusuran tim Suara Kutim.com, tim pencegahan KPK sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan petinggi Pemkab Kutim, bahkan menggelar pertemuan langsung.

Suasaan pertemuan KPK dengan jajaran Pemkab Kutim diantaranya PPTK dan Bendahara.

            “Setidaknya ada tiga agenda terkait pencegahan korupsi yang dilakukan KPK di Kutim antara lain pembekalan pencegahan yang melibatkan semua OPD, kemudian pertemuan langsung di Ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim bahkan dalam pertemuan di Ruang Tempudau secara tegas diingatkan KPK ada di Kutim,” terang sumber media ini yang mengaku mengikuti pertemuan di ruang tak jauh dari ruang kerja Bupati Kutim ini.

            Diungkapkan, dalam pertemuang yang diikuti Wabup Kasmidi Bulang dan semua Kepala OPD, dengan jelas dan tegas dikatakan memberi isyarat  kalau KPK telah melakukan pemantauan di Pemkab Kutim.

            Hanya saja, ujar sumber  tadi, warning KPK tidak digubris bahkan semakin menggila sehingga menimbulkan keresehan di masyarakat terutama mereka yang terlibat dengan pengadaan barang dan jasa dimana beredar rumor adanya fee.

            Kegalauan lain, lebih dirasakan ASN dimana adanya ketidakadilan dalam pengalokasian anggaran, berkembangnya informasi  gaji dan insentif yang tidak sepenuhnya setahun. Kondisi ini  berdampak terhadap kinerja ASN, terlebih pernah terjadi penghilangan insentif selama 3 bulan. “Mutasi pegawai tidak mempertimbangkan aspek kemanusiaan dimana terjadi suami istri dipisah, selain itu kental dengan KKN bahkan ada rumor jual beli jabatan,” beber sumber media ini.

Seperti diberitakan, KPK awal bulan Juli lalu menangkap Bupati Kutim Is, yang diduga terlibat kasus gratifikasi. Pada OTT di Jakarta itu, Bupati Is diamankan bersama EUF – Ketua DPRD yang tiada lain istrinya, kemudian Mus – Kepala Bappenda Kuti.

Seiring OTT KPK di Jakarta, KPK juga mengamankan AET – Kadis PU Kutim di Samarindam, Sur – Kepala BPKAD Kutim di Tenggarong, kemudian DA dan AM – sebagai kontraktor yang diuga sebagai pemberi uang dari proyek yang mereka kerjakan.(SK3/SK4/SK5)