Beranda hukum Pembangunan Veneu Berlanjut, Uangnya Tersedia

Pembangunan Veneu Berlanjut, Uangnya Tersedia

149
0
Venue Renang yang belum ada tanda-tanda rampung meski dipastikan dananya sebesar Rp44 M tersedia.

SANGATTA (14/12-2018)

 Pembangunan kolam renang, bela diri dan serta sirkut di Batu Putih  yang belum rampung pekerjaannya hingga Porprov VI Kaltim berlalu,  tetap berlanjut. Kepastian kalanjutan pembangunan venue, dijelaskan  Bupati Ismunandar, beberapa hari lalu.

 “Pembanguna kolam renang, gedung bela diri  termasuk sirkuit akan tetap dilaksanakan sesuai dengan kontrak. Karena sudah kontrak, tidak mungkin ditunda,” katanya.

Ia  menegaskan, dilanjutkannya pembangunan venue yang gagal digunakan pada hajatan akbar insan olahraga se Kaltim ini, karena masih ada  even  lainnya yang bisa digunakan. Bahkan, untuk kepentingan latihan atlit termasuk untuk digunakan masyarakat, karena itu fasilitas umum.

“Kalaupun di Porprov ini tidak bisa digunakan, tapi pembangunan venue yang belum selesai tetap dilanjutkan. Sebab dipastikan masih akan ada even-even lain, bahkan mungkin yang lebih besar dari Porprov, dimana fasilitas ini akan digunakan. Selain itu, nantinya akan digunakan untuk latihan atlit Kutim. Karena atlit itu, harus tetap latihan, untuk memastikan dia tetap dalam kondisi baik untuk mengikuti berbagai even bahkan masyarakat juga bisa gunakan,” katanya seraya menambahkan pekerjaan  sesuai kontrak dan  anggarannya tersedia.

Seperti diketahui, awalnya venue ini diproyeksikan akan digunakan untuk porprov Kaltim, yang dilaksanakan di Kutim. Namun, hingga porprov akan tuntas, ternyata pekerjaan belum selesai. Karena kolam renang belum selesai, maka cabor renang, dilaksanakan di Bontang saat Porprov. Sementara lomba balap motor, karena sirkuit permanen Batu Putih belum tuntas, maka dilaksanakan di jalan di Jalan sekitar kompleks perkantoran Bukit Pelangi.

Pengamatan Suara Kutim.com pada proyek kolam renang baru terdapat penggalian kolam, padahal anggaran yang disediakan Rp44 M. Sejumlah pekerja ketika ditemui, mengaku sudah lama tidak ada aktifitas di lokasi yang menggunakan skema tahun jamak ini.

Selain kolam renang yang belum rampung, gedung bela diri yang tak jauh dari Stadion Kudungga mengalami nasib yang sama.(SK2)