Beranda ekonomi Peminat Tinggi, Pasar Tani Diperpanjang Sehari

Peminat Tinggi, Pasar Tani Diperpanjang Sehari

815
0
Suasana pasar tani yang digelar.

SANGATTA (27/4-2017)

Hormansyah – Kepala Badan Ketahannan Pangan Kab. Kutai Timur
Pasar tani yang digagas Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kutai Timur, Rabu (26/4) menarik perhatian sejumlah pegawai, tak heran dalam waktu singkat sejumlah komoditas yang dijual habis dibeli. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kutai Timur, Hormansyah mengakui instansinya menggelar pasar tani untuk menghimpun petani sayuran di Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan dan Bengalon, bisa memasarkan hasil pertanian mereka kepada masyarakat tanpa perantara tengkulak atau melalui pasar. “Tidak hanya petani sayuran, turut meramaikan pasar tani sejumlah pedagang ikan dari Kecamatan Bengalon dan pedagang makanan olahan dari produk lokal. Seperti pedagang bubur jagung, puding ubi dan sejumlah jajanan lainnya,” terangnya.
Dari 35 stand yang ada, semua terisi penuh petani dan nelayan yang juga sebagai pedagang. Pembeli yang umumnya pegawai, merasa diutungkan karena harga yang dipasarkan berada di bawah harga pasar, seperti kacang tanah yang dijual Rp 15 ribu perkilo, dijual Rp 10 rinbu perkilonya. Demikian dengan tomat dijual antara Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu perkilo hanya dijual.
Meski beberda beberapa ribu rupiah, hanya dalam waktu tidak sampai tiga jam sejumlah produk sayuran seperti cabai, tomat dan sayuran segar lainnya ludes dibeli oleh ratusan masyarakat dan pegawai Pemkab Kutim. Karena kewalahan, pasar tani yang dijadwalkan sehari diperpanjang sehari lagi karena permintaan pada petani yang merasa diuntungkan.
“Pasar tani ini untuk memberikan kesempatan kepada petani agar bisa menjual langsung produk pertanian mereka kepada masyarakat tanpa perantara tengkulak. Hal ini tentu memberikan angin segar dan memotivasi kepada petani untuk tetap semangat bertani karena pemerintah benar-benar memberikan fasilitasdan menjamin mereka dalam memasarkan produknya,” kata Horman.
Horman memastikan, produk-produk pertanian dan ikan segar ini serta bahan olahan ini dipastikan tak kandungan zat kimia atau pestisida serta bebas bahan pengawet buatan. “Kami sudah mengingatkan, semua tidak boleh diberi pengawet atau ada bahan kimianya,” ujar Hormansyah.(SK13)