Beranda ekonomi Pemkab Kutim Targetkan Zero Kasus HIV-AIDS Tahun 2030

Pemkab Kutim Targetkan Zero Kasus HIV-AIDS Tahun 2030

288
0
Raih Penghargaan, Pjs Bupati Kutim Jauhar Efendi saat menyerahkan piagam penghargaan kepada salah satu perwakilan perusahaan batubara di Kutim meraih penghargaan dari Kemenaker dan Pemprov Kaltim dalam program penanganan kasus HIV-AIDS di lingkungan kerja, Kamis (3/12/2020)

SANGATTA (4/12/2020)

SUARAKUTIM.COM–Peringatan Hari AIDS Sedunia di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dilaksanakan secara khidmat dan sederhana. Dipimpin Pjs Bupati Kutim Moh. Jauhar Efendi, peringatan Hari AIDS Sedunia di lingkungan pemerintah Kutim yang dilaksanakan di ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim, Kamis (3/12/2020) pagi, dihadiri Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kutim, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, serta perwakilan perusahaan tambang batubara yang beroperasi di wilayah Kutim.

Dalam kesempatan ini, Pjs Bupati Kutim Jauhar Efendi juga menyerahkan piagam penghargaan kepada 9 (sembilan) perusahaan di Kutim yang memiliki prestasi dalam keikutsertaan pada program penanggulangan HIV-AIDS di lingkungan kerja. Penghargaan yang diberikan oleh Kementrian Tenaga Kerja Republik Indonesia (Kemenaker RI) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mulai dari kategori Silver, Gold hingga Platinum. Dari kesembilan perusahaan yang meraih penghargaan, PT Hexindo Adi Perkasa dan PT Indominco Mandiri, merupakan dua perusahaan yang berhasil menyabet sekaligus dua penghargaan dengan kategori Platinum, baik dari Kemenaker maupun Pemprov Kaltim.

Didampingi Kadis Kesehatan Kutim, Sekretaris Disnakertrans Kutim dan Sekretaris KPAD Kutim, Pjs Bupati Kutim Jauhar Efendi menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan perusahaan peraih penghargaan dari Kemenaker dan Pemprov Kaltim dalam program penanggulangan HIV-AIDS di lingkungan kerja, Kamis (3/12/2020)

Jauhar menyampakan terimakasih atas nama pemerintah Kutim kepada pihak perusahaan maupun KPAD Kutim, atas kerja kerasnya dalam upaya penanggulangan dan menekan angka kasus HIV-AIDS di wilayah Kutim. Karena menurutnya, tanpa kerjasama dan kerja keras khususnya tenaga relawan, akan sangat sulit menekan angka HIV-AIDS. Terlebih Kutim merupakan daerah yang didominasi pendatang yang bekerja, di sektor pertambangan batubara dan perkebunan sawit.

“Atas nama pemerintah Kutim, saya menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang ikut berperan dalam upaya pencegahan dan penanganan HIV-AIDS di Kutim. Kepada perusahaan yang sudah peduli dalam penanganan kasus HIV-AIDS di lingkungan kerja, hingga berhasil meraih penghargaan dari pemerintah pusat dan provinsi dengan predikat Silver hingga Platinum. Juga kepada para relawan yang tergabung dalam KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah, red). Tanpa kerjasama semua pihak, mustahil angka HIV-AIDS di Kutim bisa ditekan,” jelas Jauhar.

Ditambahkan Jauhar, Pemerintah Kutim bersama KPAD Kutim menargetkan “Zero” kasus HIV-AIDS di Kutim pada tahun 2030. Tentunya target ini tidak akan bisa tercapai tanpa menerapkan langkah-langkah strategis dan kongkrit dalam upaya pencegahan dan menekan kasus HIV-AIDS.

“Targetnya tahun 2030 mendatang kita Nol atau Zero kasus HIV-AIDS di Kutim. Tentunya target ini tidak akan bisa tercapai tanpa menerapkan langkah-langkah strategis dan kongkrit dalam upaya pencegahan dan menekan kasus HIV-AIDS. Salah satunya dengan memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya keharmonisan dan kekuatan iman dalam keluarga, serta upaya mencegah penularan HIV-AIDS di lingkungan keluarga. Juga perlunya peran serta dari seluruh lapisan masyarakat dalam mencegah penularan HIV-AIDS,” pungkas Jauhar.(SK1/SK3/SK2)