Beranda foto Pencari Kerang Disambar Buaya, Potongan Kaki Ditemukan Utuh

Pencari Kerang Disambar Buaya, Potongan Kaki Ditemukan Utuh

14979
0
UTUH : Meskis sempat ditelan sang monster Sungai Susuk Dalam, masyarakat akhirnya menemukan bagian kaki almarhum Armansyah.(Foto Ist)

SANGATTA,Suara Kutim.com (22/7)

Jasad Almarhum Armansyah (36) saat ditemukan masyarakat, Senin (20/7) pukul 23.00 Wita.
Jasad Almarhum Armansyah (36) saat ditemukan masyarakat, Senin (20/7) pukul 23.00 Wita.
Buaya Muara (Crocodylus porosus ) kembali mengamuk, seorang pria bernama Armansyah (36) warga Desa Pengadan Kecamatan Sandaran, tewas mengenaskan diterkam Monster Sungai Susuk Dalam Kecamatan Sandaran.
Camat Sandaran Tahir Pekang menerangkan, korban disambar buaya pada Senin (20/7) sekitar puku 13.00 Wita. “Saat itu korban bersama teman-temannya mencari kerang, namun saat itu rombongan terpecah dua yakni satu kea rah laut sedangkan Arman justru ke hulu sungai atau masuk ke dalam sungai,” terang Tahir, Rabu (22/7).
Hilangnya Arman, ujar Tahir diketahui ketika semua rombongan pencari kerang di luat sudah kembali ke Susuk Dalam namun tidak menemukan Armansyah. “Saat itu bersama aparat desa, disepakati Arman harus dicari karena tidak mustahil ia tersesat. Bahkan saat itu firasat warga Susuk Dalam, korban disambar buaya yang memang banyak menghuni Sungai Susuk Dalam,” ujar Tahir.
Hampir 10 jam pencarian, tim akhirnya menemukan korban dalam keadaan tewas mengenaskan. Berdasarkan keterangan warga, ujar Tahir, tim menemukan pakaian dalam korban setelah itu jasad korban beberapa meter kemudian.
Disebutkan, saat warga menemukan jasad Armansyah, seekor buaya dengan pajang 4 meter lebih kerap menampakan diri. Kondisi pencarian menjadi tegang, terlebih-lebih Sungai Susuk Dalam dikabarkan dihuni ribuan buaya muara yang terkenal keganasannya.
Keterangan yang dihimpun Suara Kutim.com, kondisi Armansyah saat ditemukan benar-benar mengenaskan. Disebutkan, beberapa bagian tubuh korban robek dan terputus. “Warga masyarakat yang menemukan termasuk keluarganya tidak tega melihat keadaan korban,” terang Tahir seraya menyebutkan untuk penyidikan jasad korban dibawa ke Puskesmas Sangkulirang untuk visum et refertum.(SK-02/SK-03/SK-012)