Beranda kutim Penerjun Gunakan Ciri Khas Adat Kutai dan Dayak, Udara Mendung di...

Penerjun Gunakan Ciri Khas Adat Kutai dan Dayak, Udara Mendung di BP

1850
0
BERBAGI
Para penerjun payung dari Batalyon Taifib 1 Marinir Surabaya siap-siap melakukan penerjunan, namun karena cuaca buruk ditunda 10 menit.

SANGATTA (12/10-2017)
Tim terjun payung Batalyon Taifib 1 Marinir Surabaya – Jawa Timur, hari ini akan tampil maksimal dan membuat surprise bagi masyarakat Kutim yang merayakan HUT ke 18. Para penerjun yang sudah mengantongi ribuan terjun ini, akan hadir dihadapan warga Kutim menggunakan pakaian khas Kutai, Dayak serta batik khas Kutim.

Wartawan Suara Kutim.com bersama penerjun diketinggian 10 Km dari permukaan laut sedang menunggu perintah terjun.
Selain itu, mereka semua mengenakan tali warna kuning yang diterima saat berlangsung tepung tawar oleh adat Kutai Sangatta. Sayangnya, udara di atas kota Sangatta kurang mengutungkan.
Pantauan Suara Kutim.com yang berada di perut Cassa U-615, mendung menyelimuti kawasan Bukit Pelangi terutama di daerah titik pendaratan. Penerjunan sendiri sempat tertunda 10 menit, karena kondisi udara yang belum menguntungkan.
Pada penerjunan hari ini, tim yang dibagi dua kelompok yakni kelompok pertama sebanyak 5 orang dan kelompok kedua sebanyak 7 orang, membawa sejumlah bendera diantaranya Lambang Kutim, Korps Taifib, PT KPC, poster Bupati Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang dan terakhir Bendera Merah Putih.
Tim terjun Taifib 1 Marinir Surabaya yang unjuk kebolehan hari ini yakni Kopda Mar Mujianto, Praka Mar Dimiyati, Praka Mar Suwartono, dan Kopda Mar Agus, Serka Mar Abdul Kirun, Kopda Mar Sudiyono, Kopda Mar Imam R, Letda Mar Syaifuddin, Kopda Mar Heri Cahyono serta Serka Mar Epi.(SK12)