Beranda hukum Pengakuan 3 Tersangka : Alkohol 70 Persen Dijual Bebas di Sangkulirang

Pengakuan 3 Tersangka : Alkohol 70 Persen Dijual Bebas di Sangkulirang

369
0
Tiga tersangka pencabulan di Sangkulirang ini mengaku kerap pesta miras oplosan yakni alhokohol 70 persen dicampur dengan minuman ringan lain atau jamu.

SANGATTA (17/2-2019)

                Untuk pesta miras atau mabuk-mabukan di Sangkulirang tidak sulit, pasalnya minuman beralkohol tersedia. Bahkan alkohol kadar 70 persen, dijual bebas dengan harga murah. Ard – salah seorang pelaku pencabulan terhadap Sakura – bukan nama sebenarnya, mengungkapkan hampir setiap pekan  pesta miras oplosan yakni alkohol 70 persen dicampur dengan minuman lainnya termasuk jamu ternama. “Alkohol tujuh puluh persen, dicampur dengan minuman lainnya seperti jamu,” terang Ard seraya menambahkan hargan sebotol alkhohol murah.

                Ditanya apa reaksi dari  minum miras oplosan, Ard yang mengaku  hanya tampatan SLTP ini menyebutkan percaya diri dan menimbulkan gairah pria. Meski demikian, ia menyebutkan tak berpengaruh besar. “Nggak lama juga, paling lama cuman dua menit selesai sudah, namun gairahnya tinggi,” terang Ard ketika ditanya durasi “main” .

                Hal senada dibenarkan YS dan Riz, dua tersangka lainnya. Menurut mereka, pengaruh minuman berakohol yang mereka campur dengan minuman suplemen ini, hanya menimbulkan percaya diri. “Kalau soal kekuatan, nggak juga biasa saja,” kata YS.

                Seperti diberitakan, YS, Riz dan Ard serta Be – Jo (dua tersangka terakhir masih di bawah umur,red) ditangkap Polisi karena terlibat pencabulan terhadap Sakura di tahun 2018 lalu. Perbuatan yang diduga penyebab Sakura, berbadan dua ini, diawali dengan pesta miras oplosan.

                Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Bahrani Hasanal, menyebutkan alkohol 70 persen bebas dibeli masyarakat  tanpa harus resep dokter, namun digunakan sebagai cairan antiseptik yakni membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme,   membersihkan luka dan pembersih alat-alat medis. Selain itu, bisa   digunakan untuk mengkompres pada anak-anak yang sedang demam. “Penggunaanya

dengan cara dituang ke kapas atau kasa steril lalu usapkan pada luka atau alat medis yang ingin dibersihkan. Ganti selalu kapas atau kassa yang digunakan ketika mulai mengering, bukan diminum  karena berdampak terhadap organ tubuh manusia bahkan bisa menyebabkan kematian,” kata Bahrani ketika dihubungi Suara Kutim.com(SK11)