Beranda kutim Percepat Pembentukan DOB di Kaltim, Rembug Daerah Digelar Di Karang...

Percepat Pembentukan DOB di Kaltim, Rembug Daerah Digelar Di Karang Paci Samarinda

698
0
Warga pedalaman Kutim terutama Muara Bengkal, Busang, Long Mesangat dan Muara Ancalong harus berjuang untuk melewati kubangan lumpur.(Foto Ist)

SANGATTA (12/9-2017)
Mempercepat pembentukan Daerah Persiapan (DP) sebelum pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Indonesia, Forum Komunikasi Nasional Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Seluruh Indonesia, Kamis (14/9) menggelar rembug daerah dan pengukuhan Forkoda PP DOB se Kaltim.
Rembug daerah yang bakal dihadiri berbagai kalangan ini, menurut Majeddy Effendi, salah satu pengurus Forkumnas P2DOB bertujuan memperkuat visi dan misi elemen masyarakat terhadap pembentukan DOB.
Kepada Suara Kutim.com dijelaskan di Kaltim ada sejumlah daerah yang sudah masuk dalam proses pembentukan DOB yakni Kutai Utara pemekaran dari Kutai Timur, kemudian Kota Sebatik, Berau Pesisir dan Pasir Selatan. “Kini semua semua pengurus DOB terus berjuang untuk mewujudkan rakyat , bagi kami warga pedalaman Kutim berharap DOB terwujud agar pembangunan di wilayah pedalaman bisa terwujud cepat seperti yang dialami Sangatta ketika menjadi kabupaten,” terang Majedy yang kesehariannay tinggal di Muara Bengkal.
Terhadap rembug daerah yang berlangsung di Gedung E DPRD Kaltim, dijelaskannya akan disertai pelantikan Forkoda PPDOB se Kaltim. “Kami mengundang semua pihak, masyarakat serta pemerhati yang sejalan dengan pembentukan kabupaten baru,” kata Madjedy.
Ia menegaskan, acara yang bakal dihadiri Ketua Umum Forkumnas P2DOB, Sehan Salim Landjar, serta ratusan warga masing-masing DOB ini bertujuan merapatkan barisan guna mempercepat mimpi masyarakat yang ingin daerahnya berkembang dan setara dengan daerah di Pulau Jawa.
Majedy berharap, pertemuan yang mengundan Gubernur Kaltim, Bupati, Ketua DPRD Kaltim dan Kabupaten serta puluhan tokoh masyarakat,adat, pemuda dan wanita, semakin memotivasi tim untuk membangun Kaltim lebih maju melalui DOB. “Di Kaltim tidak ada daerah otonomi baru gagal, ini tiada lain karena masyarakat sadar dengan daerah baru mereka bisa lebih aktif berperan dalam pemerintahan serta pembangunan,” papar Madjedy yang selama ini kerap banyak berada di Jakarta untuk terus melakukan pendekatan dengan pemerintah pusat terutama Kemendagri.(SK12)