Beranda kesehatan Perjuangan Mas Udah, 2 Anaknya Lumpuh Total

Perjuangan Mas Udah, 2 Anaknya Lumpuh Total

266
0
Kondisi Syamsul Rizal (19) dan adiknya Ridho Abdilah (16) hanya berbaring di lantai karena mengalami lumpuh total akibat demam. Sementara Mas Udah dibantu kakaknya hanya membuat arem-arem untuk membiaya kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

LEMBAR demi lembar daun pisang yang sudah dipotong – potong kecil, dibersihkan Mas Udah (44) ibu dari Syamsul Rizal (19) dan Ridho Abdillah (16). Potongan daun yang dibersihkan itu akhirnya menjadi pembungkus arem-arem – makanan terdiri nasi yang berisikan sayur.

               Dibantu Mar Kamah – sangk kakak, Mas Udah tampak kecakatan membungkus satu persatu nasi dan lauknya untuk dimasak menjadi arem-arem. “Arem-arem inilah, menjadi penopang hidup kami sekeluarga yang kadangkala nggak habis terjual. Apabila terjual habis, Insya Allah bisa menjadi modal untuk membuat arem-arem lagi keesokan harinya, namun jika tak habis terjual mau tak mau terpaksa meminjam dulu beras ke warung agar produksi arem-arem kami tetap jalan,” ungkap warga Gang Ryan Jalan Diponegoro Sangatta Utara ini.

                Hidup seorang diri, Mas Udah memang harus banting tulang untuk memenuhi kehidupan anak-anaknya  yang berjumlah 7 orang dan sudah besar-besar terlebih-lebih bagi Syamsul Rizal dan Ridho Abdillah yang kini menderita lumpuh total akibat panas tinggi.

                Kedua adik kakak ini, selama ini hanya bergeletak di lantai rumah mereka yang sederhana peninggalan Almarhum Rudy – suami Mas Udah. Tanpa bisa bicara, dan beraktifitas apapun , Mas Udah memang harus bisa membagi waktu dan penghasilanya yang pas-pasan untuk tinggal di Sangatta.

               Demi kecintaanya kepada anak-anaknya, terlebih bagi Syamsul Rizal dan Ridho Abdilah, wanita yang mengaku dari keluarga petani ini, ketika suaminya masih hidup, ia sempat menjadi guru ngaji ke rumah-rumah bahkan kini ia menjadi Ketua Majelis Ta’lim Masjid Gang Ampera. “Sekarang nggak bisa lagi saya mengajar ngaji  ke rumah-rumah, tapi jika ada anak-anak mau ke rumah saya Insya Allah bisa sambil mengasuh Syamsul Rizal dan Ridho,” kata Mas Udah ketika disambangi Suara Kutim.com, Sabtu (13/7).

                Sebagai pembuat arem-arem, Mas Udah sangat ingin menyembuhkan anak-anaknya namun ketiadaan biaya, terlebih-lebih Ridho yang sedikit bisa bicara meminta dibawa ke Jawa untuk berobat. Yang membuatnya terenyuh, Ridho meminta dibuatkan tabungan  dari kaleng makanan   agar  bisa menabung.  

“Mereka berdua merupakan bagian dari hidup saya, ini cobaan dari Allah SWT. Saya bangga juga dengan anak-anak saya yang lain termasuk anak tiri saya yang kini sedang menuntut ilmu di Pondok Pasantren.  Bahkan anak tertua saya dari suami pertama kini sedang menempuh pendidikan S2 di Jakarta. Saya bangga mereka, karena  menempuh pendidikan dengan biaya sendiri, bahkan yang tertua bercita-cita ingin menjadi dosen menyatakan selama kuliah tidak minta apa-apa kecuali doa dan ridho saya, bahkan air siraman kaki saya pernah ia minum,” ungkap Mas Udah seraya membelai kepala Ridho dan menyeka air matanya.

Sebagai wanita, perjuangan Mas Udah memang luar biasa. Namun, seirama dengan usianya kini timbul kekhawatirannya akan nasib anak-anaknya terlebih bagi Syamsul dan Ridho. “Alhamdulillah, suami saya sempat membangunkan kami rumah sehingga menjadi tempat kami sekeluarga berteduh di Sangatta ini, kalau tidak saya tidak tahu harus bagaimana lagi namun kesemuanya saya serahkan kepada Allah SWT karena Allah SWT lah tempat saya berserah diri,” ujar wanita yang fasih melantunkan ayat-ayat Al-Quran ini.(syafranuddin)