Beranda ekonomi Pertamina EP Sangatta Rawat Puluhan Sumur Tua di Sangkima

Pertamina EP Sangatta Rawat Puluhan Sumur Tua di Sangkima

1413
0
Salah satu sumur tua yang masih dirawat Pertamian EP Sangatta agar bisa menghasilkan minyak.

SANGATTA,Suara Kutim.com (1/11)
Sebagai penyumbang devisa negara, minyak bumi terus dicari. Bahkan keberadaan minyak bumi yang dikelola Pertamina EP Sangatta, menjadi penyumbang kedua terbesar pada APBD Kutim selama ini.
Sebagai harta karun yang tak bisa diperbaharui, minyak mentah yang digarap Pertamina EP Sangatta sempat makmur pada tahun 1978 dengan produksi 8.600 barel per hari, sementara tahun lalu, tinggal 1.200 barel per hari. “Tahun 2016 memang naik, namun jika dikalkulasi dengan produksi Sambera, kisarannya masih sekitar 1.700 barel per hari,” terang Legal & Relation Assistant Manager Pertamina EP Sangatta, Ifni Hidayat saat mendampingi belasan wartawan ketika bertandang ke daerah produksi, Selasa (1/11).
Sambil memperlihatkan cara kerja mesin pompa yang seperti onta sedang makan itu, diungkapkan produksi terendah terjadi 2015. Apesnya, saat harga minyak sekitar Rp28 USD per barel. Meski demikian, agar PT Pertamina tetap eksis dilakukan efisiensi besar-besaran. “Karena itu, tak ada perawatan sumur, tak ada ekplorasi sumur baru sehingga produksi hanya yang eksisting atau produksi murni. Bahkan karena efisiensi, maka tiga rig yang dimiliki Pertamina EP sangatta, hanya satu yang dipergunakan,” ungkap pria yang sudah puluhan tahun bertugas di Pertamina EP Sangatta.
Bersama jajaran Pertamina EP Sangatta lainnya, Ifni menyebutkan secara kumulatif, produksi Pertamina EP sangatta hingga OKtober mengalami kenaikan, namun sudah termasuk produksi Sambera yang diangkut menggunakan truk ke Sangatta untuk dikapalkan ke Balikpapan.
Rendahnya produksi minyak Pertamina EP Sangatta, karena dari sekitar 203 sumur yang produksi 47 sumur dengan persentasi air lebih dominan. “Produksi minyak di sumur ST 160 setiap harinya menyedot sekitar 22 barel fluida namun yang jadi minyak hanya 2-3 barel,” beber Ifni seraya memperlihatkan sumur ST 160.
Untuk meningkatkan produksi, ujar Ifni, bisa dilakukan dengan meningkatkan perawatan sumur tua. Selain itu, dilakukan eksplorasi, yang diharapkan akan memungkinkan menemukan sumur-sumur baru yang mampu mendongkrak produksi minnyak.
Sayangnya, ujar pria yang tampaknya paling senior di lingkungan Pertamina EP Sangatta, ekplorasi kegiatan hulu migas, menguras energy dan biaya dengan resiko tinggi. Ifni menggambarkan, menyewa rig hitungannya jam dan menggunakan kurs dollar Amerika Serikat, sementara resiko gagal besar. “PT Pertamina saat ini hanya melakukan perawatan sumur yang ada, untuk mempertahankan hasil produksi, untuk itu mari gunakan BBM sehemat mungkin demi masa depan bangsa,” imbuhnya.(SK2/SK13)