Beranda hukum Peserta BPJS Kesehatan Wajib Masuk RS Tipe D Dulu Baru RSU Kudungga

Peserta BPJS Kesehatan Wajib Masuk RS Tipe D Dulu Baru RSU Kudungga

665
0

SANGATTA (10/5-2019)

Diperkirakan warga Kutim yang belum tergabung di  jaminan sosial kesehatan melalui program BPJS Kesehatan, diperkirakan ribuan orang. Dilain pihak,  tidak ada lagi anggaran Pemkak Kutim, untuk membiayai  orang sakit  seperti  Jamkesda. 

Direktur RSU Kudungga Sangatta Utara, Anik Istiyandari mengaku saat ini   bingung siapa yag bertanggungjawab biaya berobat   warga miskin yang berobat di RSU Kudungga. Disebutkan Anik, danya adanya rujukan on line berjengang,  pasien yang  masuk RSU Kudungga umumnya pasien yang tidak memiliki BPJS.  “Rumah sakit tipe D yang notabena  swasta,  tentu tidak mau  menanggung biaya rumah sakit  bagi nasyarakat yang tidak punya BPJS akhirnya  dirujuk ke RSU  Kudungga.  Karena rumah sakit pemerintah, mau tak mau kami layani  namun yang jadi masalah adalah siap yang akan ganti biaya yang mereka gunakan untuk berobat,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, meski  diuruskan untuk masuk BPJS,  BPJS itu  baru akan aktif setelah 14 hari. Nah, selama 14 hari selama dilakukan perawatan dan pengobatan yang dilakukan RSU Kudungga  siapa yang tanggung biayanya. “Konidisi ini segera dicari jalan keluarnya, jika tidak beban yang dipikul  RSU Sangatta semakin berat,” bebernya.

Saat ini BPJS menerapkan sistem rujukan online  yang dilakukan secara berjenjang, sisetm ini   menjadi  masalah bagi masyarakat karena pasien tidak bisa lagi langsung dirujuk ke RSU  Kudungga sebagai RSU tipe B tetapi  harus masuk  ke RS Tipe D.

 “Seharusnya  jika  on line itu memudahkan. Tapi,  kenyataan, malah menyulitkan masyarakat. Sebab, dari rujukan tingkat pertama,  pasien harus masuk ke rumah sakit Tipe D. Dimana untuk Kutim, itu rumah sakit swasta. Pada umumnya, tidak ada dokter  tetap  karena dokter mereka adalah dokter RSU  yang kerjanya pada pagi hingga sore. Karena itu di RS Tipe D, pasien akan menumpuk hingga sore, karena sore baru ada dokter. Ini jelas masalah bagi masyarakat, dilain pihak  RSU bakal  sepi pasien,“ ungkapnya.(SK2)