Beranda ekonomi Peternakan Babi di Sangsel Meresahkan, Warga Ancam Demo

Peternakan Babi di Sangsel Meresahkan, Warga Ancam Demo

1443
0

SANGATTA (8/8-2019)

 Keberadaan peternakan babi  di kilometer 3 Kecamatan Sangatta Selatan, hingga kini menjadi polemik. Pasalnya, kandang babi yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu tersebut kini menimbulkan pencemaran udara yang berdampak tidak kenyamanan kepada masyarakat.

 Camat Sangatta Selatan, Hasdiah menyebutkan warganya juga khawatir  limbah hasil peternakan babi mencemari sumur-sumur warga serta masuk ke saluran drainase pemukiman warga. “Kondisi ini memicu rencana warga ingin berdemo ke Pemkab Kutim untuk bisa segera mencarikan solusi, bahkan merelokasi kandang babi yang ada,” sebut Hasdiah.

                Sebagai Camat, Hasdiah mengaku telah melaporkan ke Bupati Kutim untuk dilakukan pemindahan lokasi agar masyarakat tidak resah.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang  ditanya wartawan, menerangkan  Pemkab Kutim segera merespon keresahan warga kilometer 3, terutama yang berdekatan langsung dengan lokasi kandang babi tersebut.

Selain itu, kata Kasmidi,  sudah ada rekomendasi  Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kutim bahwa kondisi kandang babi di kilometer 3 tersebut memang tidak layak karena dekat dengan pemukiman warga. Selain itu, dikhawatirkan limbah dari peternakan babi bisa mencemari sumur warga serta masuk ke saluran drainase yang airnya menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Ia mengakui, angkah tepat yang saat ini harus diambil dengan merelokasi. Bahkan dari laporan yang diterimanya,  jumlah babi yang ada di Km2 Sangatta Selatan ini, ribuan ekor. “Saat ini Pemkab Kutim tengah mencarikan lokasi relokasi kandang babi yang ada, agar mata pencaharian sebagian warga memang bergantung pada kegiatan ternak babi tersebut tidak mati. Kemungkinan kandang babi akan direlokasi ke daerah di kilometer 7 Sangatta Selatan atau areal bekas tambang milik PT Damanka, sehingga limbah olahan hasil kotoran babi bisa langsung dibuang ke laut,” terang Kasmidi.(SK4)