Beranda ekonomi Plt Bupati Kasmidi Tandatangani BAST Hibah, Pelabuhan Kenyamukan Akhirnya Diserahkan Pusat ke...

Plt Bupati Kasmidi Tandatangani BAST Hibah, Pelabuhan Kenyamukan Akhirnya Diserahkan Pusat ke Kutim

301
0
Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang (tengah) didampingi Kepala Unit penyelenggaraan Pelabuhan Sangatta Rian Rico dan Kadishub Kutim Rizali Hadi, memperlihatkan Surat Berita Serah Terima Hibah Pelabuhan Laut Kenyamukan Sangatta yang telah ditandatangi bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemkab Kutim, Senin (7/12/2020)

SANGATTA (7/12/2020)

SUARAKUTIM.COM—Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pemerintah pusat “jadi” menghibahkan Pelabuhan Laut Kenyamukan Sangatta kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Kepastian hibah pelabuhan yang digadang-gadang bisa beroperasi sejak tahun 2018 lalu tersebut, setelah pemerintah Kutim yang diwakili Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang menandatangani naskah berita acara serah terima (BAST) hibah Pelabuhan Kenyamukan Sangatta antara Kementrian Perhubungan dengan Pemerintah Kutim, Senin (7/12/2020) di ruang Tempudau Kantor Bupati, Kawasan Perkantoran Pemkab Kutim Bukit Pelangi, Sangatta.

Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang saat menandatangani berita acara serah terima hibah pelabuhan Kenyamukan Sangatta, disaksikan Kepala Unit Penyelenggaraan Pelabuhan Sangatta Rian Rico dan Kadis Perhubungan Kutim Rizali Hadi, Senin (7/12/2020) di ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim

Disaksikan Kepala Unit Penyelenggaraan Pelabuhan Sangatta Rian Riko, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim Rizali Hadi, serta para Asisten, Staf Ahli dan Pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemkab Kutim, Kasmidi menandatangani naskah berita acara hibah Pelabuhan Kenyamukan Sangatta, yang sebelumnya telah ditandatangani terlebih dahulu oleh Direktur Jendral (Dirjen) Perhubungan Laut (Hubla) Ir. R. Agus H. Purnomo.

“Mungkin jika diingat, pembangunan pelabuhan kenyamukan Sangatta ini sudah sejak tahun 2016 lalu dan digadang-gadang tahun 2018 sudah bisa dioperasikan. Bahkan pernah di tahun 2017 lalu, pemilik Kapal Motor Queen Soya menelpon langsung ke saya, menanyakan kesiapan pelabuhan laut Kenyamukan, karena kapal mereka siap merapat dari pelabuhan Bontang. Namun saya sampaikan jika kita (pelabuhan Kenyamukan, red) baru siap di tahun 2018. Ternyata karena kendala belum adanya serah terima hibah dari Dirjen Kekayaan Negara, menyebabkan penyelesaian pembangunan sisi laut pelabuhan Kenyamukan mangkrak dan hingga sekarang belum bisa digunakan, ujar Kasmidi dihadapan hadirin.

Usai kegiatan penandatanganan, kepada awak media Kasmidi menyebutkan dengan sudah “Clear”nya proses hibah aset Pelabuhan Laut Kenyamukan Sangatta dari pusat kepada pemerintah Kutim, maka pemerintah Kutim sudah tidak ragu lagi dalam mengambil sikap dan langkah terutama terkait pembiayaan penyelesaian pembangunan Pelabuhan Laut Kenyamukan Sangatta, baik untuk sisi laut maupun sisi darat pelabuhan.

“Jadi dengan adanya kejelasan hibah (pelabuhan, red) ini, maka pemerintah Kutim tidak akan ragu lagi dalam melakukan pembiayaan untuk menyelesaikan pembangunan pelabuhan Kenyamukan, baik di sisi laut maupun pada sisi daratnya. Pasalnya, jika belum ada kejelasan hibah, maka kita tidak berani bersikap. Bisa-bisa jika salang mengambil langkah dalam pembiayaan, kita akan terbentur dengan masalah hukum. Tapi kini dipastikan sudah aman. Jika memang dalam pembiayaan mengunakan APBD (Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah, red) Kutim tidak mampu, maka kita akan maksimalkan melalui pendanaan swasta atau dana CSR (Corporate Sosial Responsibility, red),” ujarnya.

Ditambahkan Kasmidi, keberadaan pelabuhan laut Kenyamukan Sangatta tentu sangat diharapkan dan dibutuhkan masyarakat dan pemerintah Kutim. Jika pelabuhan laut ini rampung dan bisa dioperasikan, maka sangat banyak hal positif yang bisa didapatkan, baik oleh masyarakat maupun Pemkab Kutim sendiri. Seperti akan mudahnya masyarakat mengakses daerah luar Kalimantan dan pulau Sulawesi dengan menggunakan alat tranfortasi umum laut yakni kapal motor laut. Selain itu beroperasinya pelabuhan laut akan membuka akses seluas-luasnya terhadap keluar-masuknya barang-barang bernilai ekonomis tinggi, yang menyebabkan akan turunnya harga barang yang masuk ke Kutim karena murahnya ongkos angkut jika mengunakan angkutan laut, daripada barang yang dibawa menggunakan angkutan darat.

“Tentunya jika pelabuhan (Kenyamukan, red) ini beroperasi, maka ada banyak dampak atau multiplier effect, terutama pada nilai pertumbuhan ekonomi masyarakat Kutim dan daerah Kutim pada umumnya. Barang kebutuhan pokok akan mudah masuk melalui jalur laut dan otomatis harganya menjadi lebih murah. Kemudian masyarakat juga bisa memanfaatkan transfortasi laut, yakni kapal laut untuk keluar daerah, baik ke Sulawesi maupun wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Barang-barang ekomonis tinggi hasil olahan dan produksi lokal Kuitm juga akan semakin mudah dipasarkan. Yang pasti akan lebih besar sisi positifnya dengan kelak beroperasinya pelabuhan laut Kenyamukan Sangatta. Saya berharap, upaya yang sudah dirintis oleh Bapak Bupati Ismunandar dan saya ini, bisa sama-sama kita selesaikan demi kemajuan pembangunan dan ekonomi masyarakat dan daerah Kutim,” pungkasnya.(Tim SK)