Beranda hukum Presiden Akui Kaltim Punya Fasilitas Penunjang Sebagai Ibukota Negara

Presiden Akui Kaltim Punya Fasilitas Penunjang Sebagai Ibukota Negara

189
0
Presiden Jokowi saat bertandang ke Bukit Soeharto yang dipersiapkan Pemprova Kaltim sebagai pusat pemerintahan RI.

SANGATTA (7/5-2019)

                Pemprov Kaltim menyediakan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Soeharto yang kini banyak ditambang dan areal perkebunan kelapa sawit, menjadi kawasan pusat pemerintah RI.  “Saya melihat di sini semuanya sangat mendukung. Kebetulan lokasinya di tengah jalan tol Balikpapan-Samarinda. Di Balikpapan ada airportnya, Samarinda ada airportnya. Jadi lebih hemar lagi karena  tidak perlu buat airport lagi. Pelabuhan laut juga ada di Balikpapan,” kata Presiedn Jokowi ketika ditanya wartawan saat meninjau lokasi yang disiapkan Pemprov Kaltim.

Presiden Jokowi didampingi Wakil Gubernur Hadi Mulyadi dan Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, saat berada di lokasi mendapat penjelasan   Kepala Bappeda Kaltim Zairin Zain terkait lokasi yang ditawarkan.

ÔÇťAreal yang disiapkan saat ini  seluas lima ribu hektar di sisi kanan jalur tol Balikpapan-Samarinda atau arah ke pantai. Ke depannya, jika masih diperlukan, disiapkan tiga ribu hektar lagi yang kesemuanya masih di areal Bukit Soeharto,” kata mantan wartawan SKM Meranti ini.

Bukit Soeharto menjadi lokasi pertama yang ditinjau Presiden Jokowi, dari tiga lokasi yang digadang-gadang akan menjadi ibukota negara, pasalnya setelah dari Kaltim. Presiden Jokowi dengan pesawat Kepresidenan melanjutkan perjalanan ke Kalteng untuk melihat lokasi yang disiapkan Pemprov Kalteng.

Wagub Hadi Mulyadi dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi yang  didampingi Menseskab Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum M Basoeki Hadimoeljono dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, menerangkan  kawasan yang ditawarkan Pemprov Kaltim, tidak berada dalam kawasan gempa bumi, serta bukan kawasan gambut yang sewaktu-waktu bisa terbakar. (SK8)