Beranda hukum Presiden Menganggumi Kerja Wartawan

Presiden Menganggumi Kerja Wartawan

179
0
Presiden Jokowi bersama anggota PWI yang mengikuti Kongres PWI di Solo.

SOLO (28/9-2018)

Utusan PWI Kaltim diantaranya Sekretaris PWI Kutai Timur
Pembukaan Kongres Ke 24 PWI di Solo oleh Presiden Jokowi berlangsung sederhana, namun penuh makna. Tidak seperti pembukaan acara yang dilakukan banyak pihak, pembukaan Kongres PWI tidak ada atraksi kesenian apapun namun tidak mengurangi makna kongres yang ingin memilih pengurus baru serta meningkatkan peran PWI dalam pembinaan wartawan.
Presiden Jokowi yang datang bersama sejumlah menteri, Gubenur Jateng Ganjar Pranowo, Wakil Walikota Surakarta, setiba di auala Hotel Sultan tidak langsung menduduki kursi yang disediakan namun terus menyalami peserta kongres bahkan ia sempat melayani wartawan yang ingin foto bersama.
Kongres dengan tema PWI Menegakkan Pers Kebangsaan yang Independen, Profesional dan Berintegritas, diharapkan Presiden Jokowi tidak hanya memilih pengurus saja tetapi mampu meningkatkan kemampuan dan kesejahteraannya.
Dalam pidatonya yang runtut, Jokowi menyebutkan selama ia berkunjung ke sejumlah daerah atau selalu ada wartawan yang ikut. Mereka, ujar pria asal Solo, dengan setia dan tekun melaksanakan tugasnya yang menuntut kecepatan, ketelitian dan dapat dipertanggungjawabkan. “Saya mengagumi kerja wartawan, mereka kadangkala sudah ada di lokasi lebih dahulu. Saya kaget, kapan mereka berangkat sementara pesawat yang ada terbatas,” sebut Jokowi seraya menyebutkan wartawan sebagai sahabat yang bisa diajak berdiskusi dan bertukar fikiran terutama masalah isu kekinian.
Dihadapan ratusan peserta Kongres, ia mengajak wartawan yang tergabung di PWI ikut menjaga Indonesia. Ia menandaskan, dirinya dengan wartawan tak bisa dipisahkan begitu saja bahkan sejak menjadi Wali Kota Solo hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta, sampai presiden dselalu diikuti wartawan.
Anggota PWI, harap Jokowi wajib menyampaikan berita atau pesan yang benar sesuai fakta yang ada. Peran penting media sangat besar dalam menyampaikan informasi yang kredibel dan berkualitas.”Dampak dari digital disruption, masyarakat harus memilik literasi media yang kredibel. Harus bisa membedakan apakah itu fitnah, provokasi atau kririk,” imbuhnya.
Sebagai organisasi pers tertua dan terbanyak anggotanya, ia minta PWI memiliki peran besar dalam sejarah jurnalisme di Indonesia. Kebebasan pers jadi peran utama dan dilindungi undang-undang. “Jangan ada yang menghalangi kerja jurnalis, apalagi melakukan intimidasi,” pesannya.
Sebelumnya Ketua Umum PWI Pusat, Mardiono menerangkan selama 3 hari, peserta Kongres yang merupakan pengurus PWI Provinsi dan Kaltim, akan melakukan pertemuan untuk merumuskan program kerjas sekaligus memilih ketua dan pengurus baru PWI maupun Dewan Kehormatan (DK) periiode 2018-2023.(SK12)