Beranda hukum Program Mulawarman Peduli Buat Warga Perumnas Sungai Bendera Tenang

Program Mulawarman Peduli Buat Warga Perumnas Sungai Bendera Tenang

175
0
Tim saat mengamati bom peninggalan tentara Jepang yang ditemukan di semak belukar Sungai Bendera Sangatta Utara.

SANGATTA (14/3-2019)

            Kodam VI Mulawarman berhasil memusnahkan bom peninggalan Jepang yang ditemukan di sekitar Perumnas Sungai Bendera Sangatta Utara. Bom yang diperkirakan berusia 73 tahun ini, pemusnahannya dilakukan Paldam VI Mulawarman bersama Kodim 0909 Sangatta, Kamis (14/3) di eks tambang batubara Batota Sangatta Utara.

             “Alhamdulillah, kini tenang karena bom itu sudah diangkat dari lokasi penemuannya. Kami khawatir juga, pasalnya saat ini musim kemarau kalau lahannya terbakar bisa berbahaya baui warga sekitar Perumnas ini,” kata seorang pria bernama  Zeri  (35)  ketika mengetahui bom ber 90 cm dengan tinggi 1,8 meter sudah diledakan.

Bom temuan Handoko di Perumnas Kanal III Sungai Bendera.

            Pemusnahan bom yang diperkirakan mempunyai dayak ledak tinggi ini dilakukan Kodam Mulawarman melalui program Mulawarman Peduli, dengan tujuan menciptakan rasa aman dan damai kepada masyarakat.

            Prosesi peledakan bom peninggalan perang dunia II ini  disaksikan  Kapaldam Mulawarman   Kol Cpl Taufan,  Dandim Sangatta  Letkol Inf Kamil Bahren Pasha ,  Dandenpal  Samarinda Letkol CPL Fiari, melibatkan anggota TNI – AD.

            Dengan menggunakan peti yang berisi pasir basah, bom yang sudah karatan itu dibawa dari  Perumnas Kanal 3 Kelurahan  Teluk Lingga ke  lokasi pemusnahan  di Jalan Poros Sangatta Bengalon.  Di lokasi yang tergolong jauh dari pemukiman masyarakat ini, peledakan dilakukan dengan pengamanan ketat. “Alhamdulillah berjalan lancar dan aman, peledakan dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat terutama sekitar Perumnas,” kata Dandim Kamil Bahren Pasha usia peledakan ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya.

            Bom Jepang yang ditemukan Handoko (35) saat membersihkan lahan, Jumat (9/11) tahun 2018 sempat dikira besi biasa sehingga posisinya didirikan. Namu saat bertemu dengan Rahmadi –anggota Polres Kutim, pegawai RSU Kudungga Sangatta ini menceritakan temuannya. Belakangan ketika dilakukan pengecekan ternyata bom, bahkan dayanya besar.(SK11)