Beranda kesehatan Program Vaksin Massal Difteri Terkendala Vaksin DT Habis

Program Vaksin Massal Difteri Terkendala Vaksin DT Habis

209
0
Bupati Ismunandar saat menyaksikan pemberian vaksin kepada pelajar di Sangatta Utara beberapa waktu lalu.

SANGATTA (3/2-2018)
Aksi Outbreak Response Immunization (ORI ) Difteri Tahap pertama di Kutai Timur, tanggal 29 Januari 2018 lalu, selesai sehingga Pos Layanan Vaksin Massal Difteri di Kantor Camat Sangatta Utara, ditutup. Namun, Dinas Kesehatan memusatkan kegiatan pemberian vaksin di Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim Bahrani Hasanal, mengakui saat pelaksaaan vaksinasi tahap pertama, menyisakan sejumlah pekerjaan rumah seperti kekurangan stok vaksin difteri khusus untuk umur 5 tahun hingga 7 tahun berupa vaksin DT (Difteri Tetanus).
Dijelaskan, selama gerakan vaksinasi difteri digelar ada 3 jenis vaksin yang diberikan sesuai golongan umur yakni DPT diberikan kepada anak usia nol tahun hingga 5 tahun. Kemudian vaksin DT diberikan kepada usia 5 tahun hingga 7 tahun, dan terakhir vaksin TD diberikan kepada usia 7 tahun hingga 19 tahun.
“Menjadi permasalahan adalah Dinkes Kutim kehabisan stok vaksin DT sehingga terpaksa pemberian vaksin kepada usia 5 tahun hingga 7 tahun atau kepada anak usia Taman Kanak-kanak (TK) hingga kelas 1 SD (Sekolah Dasar), ditunda,” kata Bahrani kepada Suara Kutim.com belum lama ini.
Diakui, meski stok vaksin DT di provinsi kosong, mereka mendapat droping dari Pasir, Balikpapan dan Berau sebanyak 1.300 vaksin, namun masih kurang.
Kekurangan stok vaksin ini menyebabkan target vaksinasi massal difteri yang semula sebanyak 50 ribu orang baru bisa dilakukan kepada 32 ribu warga. Diakui, saat ini sedang mencari kekurangan vaksin DT dengan menghubungi kabupaten dan kota lainnya di Kaltim, termasuk meminta bantuan dari Kementrian Kesehatan. “Semoga saja ada mendapat tambahan vaksin DT, sehingga pelaksanaan vaksinasi difteri tahap pertama di Kutim tidak ada yang tertinggal,” harapnya.(SK3)