Beranda kutim Puluhan Anggota INKAI Gelar Syukuran Sederhana di Tawn Hall

Puluhan Anggota INKAI Gelar Syukuran Sederhana di Tawn Hall

319
0

SANGATTA (15/4-2018)
Karate merupakan salah satu cabang olahraga terkenal di Indonesia dan dunia, oleh FORKI dikembangkan serius karena dianggap berkembang pesat di dunia internasional dan sering dilombakan dalam berbagai event dari usia dini sampai senior.
“Anak-anak yang dibimbing dan dilatih Senpai, Sensei, Sihan profesional memberikan implikasi yang luar biasa terhadap prestasinya bilamana dibina sejak awal dengan usia yang berbeda-beda terhadap kualitas keunggulan bertanding sampai dewasa,” kata Simpay Dedi disela-sela peringatan HUT INKAI(Institute Karate Indonesia) Ranting kodim 0909 Sangatta, Minggu (15/4).
Dijelaskan, beladiri karate merupakan satu kesenian yang timbul sebagai cara seseorang mempertahankan atau membela diri. Pada dasarnya, timpal Jusrani – Ketua Panitia Peringatan, manusia mempunyai insting untuk selalu selalu melindungi diri dan hidupnya.
Beladiri adalah sebuah usaha kita untuk melindungi diri kita sendiri dari serangan manusia ataupun lainnya dengan mencolok menggunakan memukul, menendang, lutut, siku dan teknik tangan terbuka, jepitan, kunci, pengekangan, melempar dan menyerang titik penting yang diajarkan di beberapa gaya. “Dengan belajar beladiri kita tidak mungkin selalu dilecehkan ataupun direndahkan oleh orang lain sebab dengan beladiri juga mampu membuat sikap dan perilakupun akan berubah, tergantung akan berubah kepada positif ataupun negatif tergantung dari bagaimana belajar,” kata Jusrani.
Peringatan yang digelar sederhana di Tawn Hall Swarga Bara Sangatta mendapat perhatian masyarakat. Jusrani berharap, melalui keuletan anggota berlatih, mengukir prestasi membuat masyarakat lebih senang dan ada keinginan bergabung di Inkai. “Anggota Inkai, harus menjadi warga teladan dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Jusran dalam acara yang dihadiri Simpay Aco dan Rifki.
Sebagai tanda syukur, peringatan yang dihadiri 50 orang anggota Inkai dilakukan pembacaan doa serta pemotongan nasi tumpeng. “Keserdahanan ini, membuat Inkai di Kutim bisa berkembang dan mampu mengukir prestasi gemilang,” harap Simpay Dedi.(SK11)