Beranda Uncategorized Rapat Pleno KPU Berlangsung Panas, Saksi Minta Hitung Ulang

Rapat Pleno KPU Berlangsung Panas, Saksi Minta Hitung Ulang

1075
0
Siapakah yan unggul dan jujur di Pemilu 2014

SANGATTA,Suara Kutim.com
            Rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2014 di Kutim, hingga pukul 23.30 Wita masih berlangsung bahkan alot. Untuk menetapkan hasil perhitungan di Sangatta Selatan, KPU membutuhkan waktu cukup lama.
            Catatan Suara Kutim.com, pembahasan R2PS PPK Sangatta Selatan dimulai pukul 16.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita belum ada titik temu, bahkan cendrung memanas. Pemicu tidak adanya kesepakatan itu gara-gara PPK membacakan hasil R2PS bukan yang tertuang dalam berita acara. “Kami minta, PPK Sangatta Selatan membacakan hasil rapat yang disimpan dalam kotak bukan yang dibawa,” teriak sejumlah pengunjung serta beberapa saksi.
            Gara-gara hasil R2PS yang disampaikan tidak sama dengan catatan saksi, hujan protespun terjadi bahkan sempat terjadi perang urat. Kondisi ini semakin marak ketika sejumlah Caleg ikut memprotes PPK Sangatta Selatan.
            Untuk menemukan titi temu, sejumlah saksi meminta perhitungan ulang namun ada juga yang minta hasil R2PS yang suda disepakati pada Kamis pekan lalu. Meski ada beberap opsi, ternyata belum ada titik temu akhirnya rapat berkali-kali diskorsing. “Jika memang belum ada titik temu, bisa jadi rapat pleno dijalnjutkan Senin besok,” kata Ketua KPU Fahmi.
            Sama dengan daerah lainnya, karena keteledoran KPPS dan PPK, proses perhitungan suara oleh KPU mengalami kendala. Keterangan yang dihimpun Suara Kutim.com, banyak KPPS melaksanakan pemungutan suara tidak berdasarkan pedoman yang dikeluarkan KPU selain itu tidak tegas.
            Selain Sangatta Selatan, persoalan di Bengalon dan Teluk Pandan yang tergabung dalam Dapil 3 Kutim  tidak kalah dengan Sangatta Selatan. Kepada KPU, senjumlah saksi meminta dilakukan perhitungan ulang karena banyak kejanggalan. “Kami minta dihitung ulang, kami sudah melayangkan protes tapi tidak digubris,” teriak beberapa saksi yang langsung diminta untuk mengendalikan diri oleh aparat keamanan.(Tim SK)