Beranda hukum RLPPD “Berani Untuk Kaltim Berdaulat” (8) : Beragam Suku, Kaltim Tetap...

RLPPD “Berani Untuk Kaltim Berdaulat” (8) : Beragam Suku, Kaltim Tetap Damai

144
0
Gubernur Kaltim Isran Noor

SEBAGAI provinsi terbuka ditambahnya banyak sumber daya alam, menjadikan Kaltim sebagai daerah tujuan pencari kerja dari provinsi lain. Tak heran, Kaltim dijuluki sebagai miniatur  Indonesia.

Gubernur Isran Noor mengamati pisang kepok yang diekspor ke Malaysia.

Beragam suku dan agama di Kaltim, tentu menjadi tolok ukur akan Kamtibmas Kaltim.

Pada tahun 2019, persentase  gangguan  Trantibum  yang  dapat  diselesaikan  dengan  capaian kinerja 100%, sementara persentase  Perda  dan  Perkada    yang  ditegakkan  dengan  capaiannya 50%. Kemudian, persentase    penyelesaian    dokumen    kebencanaan    sampai dengan dinyatakan sah atau legal dengan mencapai 100%.

Persentase penanganan pra bencana mencapai 20%, kemudian  penanganan  tanggap  darurat  bencana  dengan  capaian  kinerja 60%.  Disisi lain, persentase  anggota   Satpol  PP  berkualifikasi  PPNS  dengan  capaian  kinerja 6,94%.  

Terkait masalah sosial, persentase  Anak  Terlantar  yang  terpenuhi  kebutuhan dasarnya  di  dalam panti mencapai  0,99%, persentase  lanjut  usia  terlantar  yang  terpenuhi  kebutuhan  dasarnya  di dalam panti  mencapai  2,77%. Persentase  korban  bencana  alam  dan  sosial  yang  terpenuhi  kebutuhan dasarnya pada saat dan setelah tanggap darurat bencana provinsi mencapai target atau 100 persen.

Sedangkan Pekerja Sosial dan Tenaga Kesejahteraan Sosial yang disediakan di dalam panti dengan capaian kinerja 10 orang pekerja sosial yang tersedia dalam panti, serta  tenaga  kesehatan  yang terdiri dokter,  psikiater,  peksos  medis yang  disediakan  di dalam  panti  dengan  capaian  kinerja  3  orang  tenaga  yang  tersedia  dalam panti.

Meski Kaltim terdiri beragam suku dan agama, namun konflik sosial yang membuat gangguan Kamtibmas berkepanjangan tidak pernah terjadi sehingga membuat Kaltim sebagai daerah nyaman bagi investor. “Alhamdulillah, meski banyak suku, Kaltim tetap kondusif sehingga menjadi menjadi provinsi yang aman untuk berivestasi,” kata Gubernur Isran dan Wagub Hadi Mulyadi.(bersambung)