Beranda foto Saat Paparkan Soal Radikalisme dan Terorisme, Dandim Pamitan

Saat Paparkan Soal Radikalisme dan Terorisme, Dandim Pamitan

1401
0

SANGATTA,Suara Kutim.com (21/1)
Jabatan Komandan Daerah Militer (Kodim) 0909 Sanggatta tampaknya dalam waktu tidak lama lagi akan ditinggalkan Letkol Inf Ibnu Hudaya, pasalnya ia telah mendapat tugas baru di Devisi Kostrad Cilodong Jawa Barat. Prajurit TNI-AD kelahiran Jakarta, 29 Juli 1975 ini bertugas di Kutim pada 19 Desember 2014. Dengan tugas barunya, suami dari Fitri Kristianti ini, praktis hanya setahun lebih bertugas do Kutim.
Kabar kepindahannya ke Kostrad ini, diumumkan sendiri ayah dari Ifi dan Areta ini saat menyampaikan paparan tentang Bahaya Radikalisme dan Terorisme terhadap Keutuhan NKRI, Kamis (21/1) di Ruang Meranti Setkab Kutim. Pengemar sepak bola dan fans Bercelona kini, masuk Akabri tahun 1994 dan lulus tiga tahun kemudian, kemudian ia langsung masuk Korps Infanteri dengan tempat penugasan pada Divisi II Kostrad di Jember. Seiring waktu, jabatan yang ia pegang komandan pleton, komandan kompi, perwira staf di 5515 di Tanggul, Divisi II, Jatim.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan hingga bisa menapak pangkat mayor, sehingga ditugaskan pada Divisi Kostrad sbagai perwira seksi latihan,kemudian diangkat menjadi Sespri Panglima Divisi, Kasi Ops Brigade di Malang serta Wakil Komandan di Mojosari sebelum Dandim 0909 Sangatta. Pria yang menguasai Bahasa Inggris dan Jerman ini, pernah bertugas di Ambon selama 8 bulan, Aceh (16 bulan), Irian setahun sedangkan penugasan di luar negeri mengikuti pelatihan bersama tentara Singapore, India, dan Lebanon. “Inilah prajurit, kapan saja siap dimutasi karena sudah janji kepada negara. Melihat Masjid Agung yang megah dan kawasan Bukit Pelangi serta Batu Pitih yang hijau saya sangat terkesan dengan Kutim ini,” kata Ibnu Hudaya yang memang dengan kalangan wartawan akrab.
Tak heran, ketika ia menyebutkan bakal pindah tugas, sejumlah wartawan dan undangan sosialisasi kaget. Dalam paparanya, ia sempat mengingatkan warga Kutim untuk menjaga alam dan sumber daya alamnya. “Mari kita berpikir apa yang bisa diberikan kepada negara bukan memikirkan apa yang negara berikan kepada kita, keberhasilan pembangunan Kutim tidak bisa hanya dilakukan pemerintah tanpa didukung masyarakat karenanya harus ada kerjasama yang baik sehingga proses pembangunan berjalan cepat dan tepat,” bebernya.
Meski ia telah menyebutkan sudah menerima surat perintah KASAD, namun tidak dijelaskan siapa penggantinya termasuk kapan akan dilakukan serah terima jabatan. (SK-03/SK-12)