Beranda hukum Sakit Nurul Diduga Bakteri, Bukan Usus Buntu

Sakit Nurul Diduga Bakteri, Bukan Usus Buntu

841
0
Handi Ismail - ayah Nurul ketika ditemui tim dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kutim di RSU Kudungga Sangatta Utara.

SANGATTA (22/3-2017)
Masalah usus Nurul Mariandani (3) bocah asal Desa Swarga Bara Sangatta Utara, tampaknya merupakan salah satu upaya dokter RSU Abdul Wahab Syahrani (AWS) Samarinda untuk melakukan penyembuhan.
Seorang petugas pada UGD RSU Kudungga, ketika membaca rekam medik Nurul yang diberikan Handi Ismail (30) menjelaskan penyakit yang dialami Nurul bukan usus buntu namun ada bakteri yang menggerogoti usus anak kedua Handi ini. “Kalau masalah demamnya, bisa ditangani di RSU Kudungga tapi terhadap bakteri yang ada pada usus itu tetap di RSU AWS Samarinda. Saya kira kenapa proses perawatannya demikian karena masalahnya serius dan perlu penanganan serius pula,” ujar petugas UGD RSU Kudungga ketika ditanya Suara Kutim.com.
Berdasarkan dokumen yang didapat Suara Kutim.com, Nurul mulai mendapat perawatan di Puskesmas Teluk Lingga Sangatta Utara pada 30 September 2016, kemudian dirujuk ke Dokter Spesiakis Anak pada RSU Kudungga Sangatta Utara.
Kemudian pada tanggal 8 Oktober 2016 dirujuk ke Dokter IGD RSU AWS Samarinda hingga dilakukan operasi. “Diagonasanya sakit perut yang dialami Nurul bukan karena usus buntut, tetapi akibat bakteri telah menyebar padaa usus,” terang petugas seraya berulang kali menyatakan apa yang ia ketahui dari rekam medik.
Ditanya apakah mengeluarkan usus salah satu cara agar penyembuhan Nurul lebih cepat, meski bocah itu harus dirawat inap dalam waktu lama pada tempat sterill. Petugas tadi, langsung membenarkan karena dengan mengeluarkan bagian usus yang terpapar bakteri, Nurul bisa buang air besar (BAB).
Dengan kondisi yang ada saat ini, diakui, Nurul hanya bisa dibawa kembali ke RSU AWS Syahrani Samarinda agar dilakukan perawatan cepat. “Jujur saja, panas akibat demam ini bisa saja ditangani di RSU Kudungga ini tapi menyangkut bakteri pada usus itu harus di Samarinda,” tandasnya.
Seperti diberitakan, Nurul Mariandani (3) warga RT 12 Desa Swarga Bara Sangatta Utara, kini tak bisa beraktifitas seperti kakaknya. Anak kedua dari pasangan Handi Ismail (30) dan Sartika (23) harus menanggung beban berat akibat ususnya yang berada di luar badannya.
Handi menyebutkan Nurul mengalami penderitaan setelah menjalani operasi di RSU Abdul Wahab Syahrani (AWS) Samarinda. “Kondisi Nurul yang ususnya terkeluar setelah menjalani operasi usus buntu di RSUD Abdul Wahab Syahrani (AWS) Samarinda, bulan November tahun lalu,” kata Handi ketika ditemui Suara Kutim.com di ruang UGD RSU Kudungga, Rabu (23/3) siang.
Nurul yang selama ini dirawat sendiri oleh keluarga Handi, dibawa Tira Kasmidi – istri Wakil Bupati Kutim. Kabar Nurul yang menderita itu, diketahui Tira ketika melihat di media sosial.(SK2/SK3/SK11)