Beranda ekonomi Salah Kembangkan Unit Usaha, K3PC Ambruk

Salah Kembangkan Unit Usaha, K3PC Ambruk

5719
0

SANGATTA (18/9-2017)
Predikat sebagai koperasi terbaik di Kaltim yang diraih Koperasi Karyawan Kaltim Prima Coal (K3PC) tiba-tiba ambruk. Penyebabnya, pengembangan usaha yang dilakukan tidak memberikan hasil jutsru menggerogoti keuangan koperasi sehingga beban koperasi bertambah berat.

kondisi mini market K3PC
Kondisi K3PC yang mulai sekarat ini, membuat 4 ribu anggotanya panik sehingga meerka meminta pengurus memberikan keterangan penyebabnya serta mempertahankan usah yang ada selama ini. “Nyatanya, permintaan anggota diabaikan sehingga secara perlahan anggota meminta dana yang mereka disertakan dikembalikan,” terang seorang anggota K3PC bernama Guntur.
Kepada Suara Kutim.com diungkapkan saat ini anggota K3PC tinggal 2 ribu orang, sebagian besar menyatakan keluar atau berhenti. Ia mengakui dalam waktu dekat ada 1.000 anggota menyatakan keluar, namun terkendala dana yang disimpan belum bisa dikembalikan koperasi karena ketiadaan dana.
Bagi pria yang mengaku menjadi anggota sejak K3PC berdiri, ketidakmampuan pengurus menjalankan amanah anggota membuat anggota ragu. Jangankan bisa memberi ketenangan, unit usaha yang ada saja sudah bangkrut seperti mini market yang kosong melompong. “Bagaimana anggota bisa tenang, kebutuhan anggota tidak bisa terpenuhi,” ungkapnya.
K3PC merupakan koperasi yang didirikan karyawan PT KPC untuk menambah kesejahetaran karyawan. Sebagai koperasi ternama, K3PC sejak 1991 sudah mengantongi badan hukum.
Berkat pengelolan yang baik, K3PC yang mengelola penyewaan bus karyawan KPC, mini market,penyediaan tenaga kerja mampu meraup laba keuntungan puluhan miliar rupiah. Tak heran, K3PC bertubi-tubi mendapat perhatian berbagai pihak sehingga berbagai penghargaan diterima.
Namun, dalam kepemimpinan Shaleh, K3PC berusaha mengembangkan usahanya diantaranya work shop di Jalan Soekarno Hatta, penyewaan kendaraan roda empat di Bengalon serta catering, namun gagal. “Banyak utang yang belum diselesaikan, akibatnya dana anggota tersedot ke modal dan tidak bisa berkembang lagi sehingga berdampak buruk terhadap unit usaha yang selama ini menjanjikan,” ujar Guntur yang mengaku mempunyai simpanan di K3PC lebih Rp100 juta.(SK12)