Beranda hukum Sangatta Sudah Tidak Aman, Anak Ditinggal Sendirian “Dicabuli” Penjual Jagung Rebus

Sangatta Sudah Tidak Aman, Anak Ditinggal Sendirian “Dicabuli” Penjual Jagung Rebus

15582
0
Tersangak Iy (60) saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Kutim, Rabu (1/6) siang tadi.

SANGATTA,Suara Kutim.com (1/6)
Sangatta sepertinya sudah menjadi kota tidak nyaman dan aman bagi anak-anak, pasalnya sudah banyak anak usia balita menjadi korban kekerasan dan pencabulan. Belum reda kasus perdagangan wanita yang melibatkan seorang pelajar SLTP di Sangatta, kini warga Sangatta dikagetkan dengan kasus seorang pedagang jagung rebus mencabuli seorang bocah sebutnya Matahari.
Kasus yang terjadi Selasa (31/5) malam ini kini ditangani Polres Kutim, sementara Iy (60) yang menjadi tersangka mengaku “bergairah” ketika melihat tubuh Matahari yang semok, putih dan bersih.
Kepada penyidik, pria yang sudah punya suami dan ayah dari 4 anak ini tak bisa berkutik ketika diseret ke Polres Kutim. Warga Jalan Yos Sudarso II Gang Sukarela Sangatta Utara sempat menyangka namun ketika didalami akhirnya mengaku. “Saat itu ia duduk di sepeda motor sambil menunggu ibunya berlanja, saat itu nafsu saya naik sehingga saya raba-raba dia,” aku Iy.
Perbuatan Iy ini tidak terungkap jika Matahari tidak cerita kepada sang ibu. Ketika pulang berbelanja, Matahari bercerita jika ia diraba-raba oleh pedagang jagung rebus. Tidak teruma dengan perbuatan Iy, ibu Matahari kembali mendatangi Iy sehingga terjadi keributan yang menarik perhatian warga masyarakat. “Tersangka nyaris dihajar warga, namun berhasil diamankan anggota polisi yang sedang patroli dan dibawa ke Mapolres Kutim untuk diiterogasi,” ucap Kasat Reskrim Polres Kutim, AKP Andhika Dharmasena didampingi Kanit PPA Ipda Rudianto Sirait.
Saat dilakukan intrograsi, Iy mengakui perbuatannya dan mengaku khilaf namun proses hukum tetap berlanjut karena keluarga korban tetap melaporkan perbuatan ini. Sementara saat ini korban masih dalam pengawasan unit PPA dan sudah menjalani visum untuk keterangan berkas. Sementar barang bkti yakni baju yang dikenakan oleh korban juga sudah diamankan. “Saat ini masih terus didalami motifnya,” sebutnya.(SK2/SK3)