Beranda kutim SD 012 Sangatta Utara Mengenaskan: Atap dan Plafon Bocor, Guru Tanpa Meja...

SD 012 Sangatta Utara Mengenaskan: Atap dan Plafon Bocor, Guru Tanpa Meja Kerja

447
0
Kondisi SD 012 Sangatta Utara di Jalan Kenyamukan Sangatta Utara.

SANGATTA (17/7-2019)

                Malang betul nasib SD 012 Sangatta Utara, meski berada dalam kota bahkan kerap menjadi lintasan banyak kalangan ternyata bagunan gedung sekolahnya banyak rusak terutam pada bangunan semi permanen yang dibangun pada tahun 1999 lalu. “Kalau hujan, bocor pak. Terpaksa belajarnya berhenti karena menganggu sekali,” terang Mice – Kepala SD 012 Sangatta Utara.

                Bersama sejumlah guru dan pegawai lainnya, dijelaskan usulan perbaikan sudah disampaikan berkali-kali namun belum  dipenuhi. Sementara gedung perpustakan, lantainnya rusak berat sehingga pintu tidak bisa ditutup.

                SD yang berada di Jalan Kenyamukan Desa Sangatta Utara ini, saat ini dihuni 60 siswa dengan tenaga pengajar 8 orang yang sebagian besar TK2D. Kepada Suara Kutim.com yang menyambangi, Selasa (17/7) pagi, Mice bersama Mahidin menyebutkan perbaikan gedung lama diperlukan karena aktifitas belajar kerap terganggu jika hujan. “Plafonnya sudah rusak berat, selain itu lantainya bolong sehingga rawan sekali,” beber Mahidin yang sudah 20 tahun mengabdi SD 012 Sangatta Utara.

                Selain gedung sekolah yang rusak, mereka juga mengeluhkan tidak adanya meja kerja bagi guru dan staf sekolah. Untuk beraktifitas terutama menggelar rapat, terpaksa melantai di salah satu ruangan. “Listrik kami meminta bantuan PLN, syukur dibantu sehingga ada listrik sudah, sementara meja guru dan staf sama sekali tidak ada sehingga menggunakan meja belajar siswa,” beber Mahidin.

                Yang membuat Mice dan guru SD 12 Sangatta Utara kaget, dua hari lalu mereka tiba-tiba mendapat pembuatan tempat parkir yang selama ini tidak pernah mereka usulkan. Mirisnya, tempat parkir yang dibangun entah dari OPD mana ini, ditempatkan pada bagian yang tak bisa disebut tempat parkir karena tanahnya bergelombang bahkan kerap menjadi tempat air. “Kami sangat berharap, atap dan plafon yang bocor diperbaiki sehingga ruang kelas menjadi lebar, sekarang ini terpaksa sempit seperti kelas satu itu,” ungkap Mahidin.(SK4)