Beranda ekonomi Seharusnya di Kaltim Tidak Ada Stunting

Seharusnya di Kaltim Tidak Ada Stunting

196
0
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi foto bersama dengan peserta Rakor dari Kutim.

SANGATTA (7/11-2019)

                Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyatakan seharusnya kasus stunting di Kaltim atau gizi buruk tidak terjadi, pasalnya Kaltim merupakan daerah tropis yang apa saja ditanam tumbuh terlebih-lebih sumber makanan seperti singkong, papaya, ubi serta padi.

                Saat membuka Rakor Kesra se Kaltim di Bontang, Kamis (7/11), ia menyebutkan masalah Kesra cakupannya luas mulai kesehatan, pendidikan, hingga ketenagakerjaan. Didampingi Karo Kesar Elto, dijelaskan terwujudnya Kesra rakyat Kaltim merupakan tujuan utama Pemprov Kaltim. “Sejahtera merupakan keadaan sentosa dan makmur yang diartikan sebagai keadaan yang berkecukupan serta tidak saja memiliki dimensi fisik atau materi tetapi rohani,” ungkap Hadi dalam acara yang diikuti lebih 100 orang.

                Orang nomor dua di Pemprov Kaltim ini menyebutkan Visi Pemprov Kaltim yang Berani Untuk Kaltim Yang Berdaulat ini, tiada lain ingin rakyat Kaltim yang terpenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, perumahan, air bersih, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, rasa aman, serta mempunyai akses informasi. “Kaltim ini kaya, berada dalam posisi kawasan tropis yang bila menyimak lagunya Koes Plus sangat benar sekali yakni tongkat dan kayu jadi tanaman,” ujar pria yang gemar bermain drum ini.

                Untuk mewujudkan rakyat Kaltim yang sejahtera, Hadi mengajak pihak yang terlibat Kesra untuk bekerja keras, ihlas dan amanah. “Insya Allah, apabila kita bekerja keras, Ihlas dan amanah akan lebih terasa nikmat hidup karena bisa membantu orang lain bisa sejahtera,” imbuhnya.

                Karo Kesra Setda Kaltim, Elto menerangkan selama Rakor Kesra digelar, panitia menghadirkan 4 nara sumber yakni dari Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sekda Kaltim, Asisten Pemerintahan dan Kesra  Setda Kaltim serta Kepala Bappeda Kaltim.”Rakor ini bertujuan menyamakan pandangan semua pihak dalam penanganan Kesra Kaltim,” terangnya.(SK3)