Beranda kutim Sertu Harianto : Pramuka Wadah Pembentukan Karakter Bangsa

Sertu Harianto : Pramuka Wadah Pembentukan Karakter Bangsa

158
0
Sertu Harianto memasang tanda peserta pelatihan dasar Kepramukan di Muara Wahau.

SANGATTA (24/2-2019)

                 Kepramukaan  merupakan proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga  yang aktifitasnya  dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan.

Sedangkan Gerakan Pramuka adalah Gerakan yang komplementer dan suplementer  dari segmen yang belum ditangani lembaga pendidikan lain yang pelaksanaannya mengunakan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan.

Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia, kata Sertu Harianto – Babinsa Muara Wahau, saat membuka  Latihan Dasar Kepramukaan Saka Wira Kartika Koramil  Muara Wahau di SMK Negeri 1 Muara Wahau, Ahad (24/2) merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, sosial, intelektual dan fisiknya, agar mereka Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda,   Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda,  Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.

Di dalam Pramuka, ungkapnya,  bukanlah materi atau isi pelajaran yang lebih dipentingkan melainkan melahirkan dan menumbuhkan sikap-sikap serta perbuatan-perbuatan yang baik yang akan membentuk intelegensia, kekuatan jasmani dan karakter dari diri yang terlihat pada cara kerja regu dan kelompok penggalang,dimana mereka diajak untuk bekerja sama dalam satu tim dalam mencapai satu tujuan yang sama, sehingga dalam kelompok tersebut dapat terlihat latihan dalam berdemokrasi, bahkan itu adalah demokrasi pancasila dalam praktiknya.

Pramuka, sebut Sertu Harianto,  mengajarkan pendidikan karakter sejak berdirinya kepanduan ini, jauh sebelum isu pendidikan karakter marak di Indonesia. Dengan adanya pramuka di satuan pendidikan dan keberadaanya tidak hanya sebatas papan nomor gudep, tetapi di dalamnya terdapat kegiatan rutin yang berkesinambungan, maka disadari atau tidak dan secara langsung atau tidak langsung penanaman pendidikan karakter dengan indikator 23 karakter di atas sudah berjalan seiring dengan berjalannya proses kepramukaan tersebut.

Ia berharap, generasi muda Muara Wahau yang telah mengikuti Latihan Dasar Kepramukaan semakin memahami akan kewajiban sebagai generasi muda Kutim. “Banyak hal yang bisa dipetik dari Latsar Kepramukaan ini, diantaranya bagaimana bersikap dan menyambut pendapat orang lain serta car berdemokrasi yang baik,” kata Sertu Harianto dihadapan peserta yang berjumlah 30 orang.(SK4)