Beranda hukum Stok Obat Menipis, Distributor Enggan Kirim Obat Sebelum Utang Lunas

Stok Obat Menipis, Distributor Enggan Kirim Obat Sebelum Utang Lunas

398
0
Warga Kecamatan Muara Ancalong sedang antri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Muara Ancalong.(Foto Dok Puskesmas Ma Ancalong)

SANGATTA (30/5-2018)
Akibat belum bisa membayar pembelian obat pada tahun 2017, Puskesmas di Kutai Timur (Kutim) terpaksa hanya mengunakan sisa obat yang ada . Namun jika tidak cepat ada tindakan dalam pelunasan utang, dikhawatirkan persediaan obat-obatan yang ada akan habis sebelum akhir tahun ini karena distributor atau farmasi enggan mengirim obat lagi ke Kutim.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur, Bahrani Hasanal mengungkapkan utang obat yang belum terbayarkan mencapai Rp 6 miliar. Namun demikian, proses pengadaan obat-obatan untuk tahun ini tetap dilakukan menggunakan sistem lelang Elektronik Catalog (E-Catalog) dan telah selesai.”Pihak rekanan tetap tidak mau mengirimkan obat-obatan yang telah dipesan, sebelum dilakukan pelunasan,” jelasnya.
Bahrani membenarkan, ada transferan dana Rp 2,8 miliar. Namun dana tersebut murni harus digunakan untuk Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), dan tidak boleh digunakan untuk pembelian obat.
Terkait upaya yang dilakukan, ia menyebutkan sudah berkoordinasi dengan Dinask Kesehatan Kaltim agar sementara bisa dibantu droping obat-obatan. Sedangkan puskesmas diminta menggunakan Dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk pembelian obat. (SK2/SK3)