Beranda ekonomi Subsidi Untuk PDAM Dikurangi, Berharap Kenaikan Tarif Tidak Membebani Masyarakat

Subsidi Untuk PDAM Dikurangi, Berharap Kenaikan Tarif Tidak Membebani Masyarakat

442
0
BERBAGI
Proses pengolahan air Sungai Sangatta yang keruh menjadi bersih melalui IPA Kabo Sangatta Utara.

SANGATTA,Suara Kutim.com (6/3-2017)
Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar memastikan Pemkab yang ia pimpin akan mengurangi subsidi untuk PDAM Tirta Tuah Benua (T2B) Kutim karena kondisi keuangan yang masih minim akibat penerimaan rendah, namun ia minta kenaikan tarif yang akan dilakukan tidak membebani rakyat.
Ditemui wartawan seusai coffee morning, Senin (6/3) siang, Ismu menyebutkan subsidi tidak sepenuhnya distop Pemkab Kutim, namun hanya akan dikurangi. Hal itu dikemukan Ismu, ditanya waratwan terkait rencana PDAM T2Byang ingin mandiri dan lepas dari subsidi Pemkab Kutim. “Jika tidak disubsidi, takutnya harga air akan tinggi, keadaan ini akan memberatkan masyarakat, karenanya Pemkab Kutim masih akan mengkaji rencana kenaikan tarif air itu,” ujar Ismu.
Dipenghujung bulan Februari lalu, PDAM T2B menggelar Diskusi Panel, Jajak Pendapat berkaitan dengan Penyesuaian Tarif Air Tahun 2017 dan Sosialisasi Perhitungan Tarif Air Full Cost Recorvery (FCR).
Acara yang dikemas terbuka dan menghadirkan banyak orang, dijelaskan Asisten Ekbang Setkab Kutim, Rupiansyah, untuk mendukung beroperasinya PDAM T2B yang kini dipimpin Aji Mirni Mawarni, digelontorkan anggaran sebesar Rp30 M.
Dalam paparannya, Mawarni mengakui biaya terbesar yang ditanggung PDAM T2B yakni pembelian BBM terutama untuk IPA Kabo Sangatta Utara yang melayani pelanggan terbanyak. Akibat pembelian BBM non subsidi ini, biaya produksi mencapai Rp9,4 ribu perM3 sementara harga jual Rp5,1 ribu perM3 sehingga terjadi subsidi Rp4 ribu lebih perM3.(SK2/SK3)