Beranda hukum Dalam 7 B ulan, Sudah 123 Orang Terlibat Narkoba di Kutim

Dalam 7 B ulan, Sudah 123 Orang Terlibat Narkoba di Kutim

927
0
MS salah satu tersangka pengedar sabu di Kutim ketika diamankan di Mapolres Kutim.

SANGATTA (4/8-2020)

                Kutim benar-benar menjadi ladang bagi pengedar Narkoba terutama sabu. Dalam tujuh bulan terkahir, jajaran Resnarkoba Polres Kutim sudah mengamankan 123 tersangka penyalahgunaan Narkoba.

Kasat Resnarkoba – Iptu Chandra Buana

                Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo, Selasa (4/8) bersama Kasat Resnarkoba, Iptu Chandra Buana menerangkan, kasus Narkoba yang ditangani Polres Kutim mencapai 105 kasus dengan barang bukti sabu sebanyak 477 poket atau seberat 434,1 gram.

                Disebutkan, dari 123 tersangka yang diamankan tercatat 101 orang pria dan 17 perempuan, selain itu masih anak di bawah umur  5 orang. “Tersangka penyalahgunaan Narkoba ini, 77 orang sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kutim bahkan ada yang sudah menjalani hukuman sesuai putusan Pengadilan Negeri Sangatta,” terang Kapolres Indras Budi Purnomo.

                Berdasarkan sebaran kasus, timpal Iptu Chandra Buana, Sangatta paling banyak yang saat ini sudah mencapai 45 kasus, disusul Bengalon ada 15 kasus selebihnya tersebar di sejumlah kecamatan seperti Muara Wahau, Teluk Pandan dan Muara Bengkal. “Sasaran Sangatta dan Bengalon, meski di masa pandemic Covid 19 mereka tetap melakukan aksi,” terang Iptu Chandra Buana.

                Berdasarkan data sementara, kata Iptu Chandra Buana, jumlah kasus dalam rentang bulan yang sama apabila dibandingkan dengan tahun 2019 lalu mengalami peningkatan 32 kasus, sementara model atau cara bertransaksinya bermacam-macam namun berkat dukungan masyarakat pengungkapan berhasil dilakukan.

                “Se kecil apapun informasi terkait penyalahgunaan Narkoba, segera ditindaklanjuti namun untuk membekuk pelaku baik penggedar maupun pemakai memerlukan kerja ekstra agar target tidak lepas. Para pelaku rata-rata meningkatkan kewaspadaannya, karenanya informasi dan dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberantas peredaran Narkoba di Kutim,” tandasnya.(SK3)