Beranda hukum Sukri Berharap Kawan-Kawannya Selamat Semua

Sukri Berharap Kawan-Kawannya Selamat Semua

4289
0
BERBAGI
Tug boat dan ponton yang bertabrakan dengan kapal milik Zakaria - warga Jalan AW Syahrani Sangatta.

SANGATTA (13/2-2018)
Sukri bin Sulaiman (57) salah satu korban tabrakan kapal di Tanjung Mangkaliat Sandaran, berharap seluruh penumpang kapal Tawarani Baru (TB) selamat, meski kapal yang ia awaki terbalik di bawah ponton.

Sukri bin Sulaiman – ABK Tawarani Baru Sangatta
Harapan itu dilontarkan Sukri dengan harapan semua rekan-rekannya saat kapal terbalik dan tenggelam tidak mengalami luka, atau pingsan terbentur ponton sehingga ketika berada dipermukaan laut bisa berpegangan dengan benda yang mengapung.
Ketika kapal berjarak 5 meter dari ponton, terang Sukri, Zakaria sebagai juru mudi kapal langsung naik ke atap kapal dan teriak memberitahu pengemudi tug boat, sementara Suwardi ke belakang teriak-teriak sambil menyalakan senternya memberitahu pengemudi tug boat.
“Kapal Tawarani Baru itu hanya ada satu kamar dan hanya Rustam yang berada dalam kamar sedangkan lainnya di luar kamar. Ketika ponton semakin dekar, Zakaria turun ke bawah entah mau mengambil pelampung atau memberi tahu Rustam, Seno dan Razak yang sedang tidur, sedangkan Suwardi masih berada di belakang namun upaya menghindari tabrakan tak bisa kapal langsung terbalik dan masuk di bawah ponton,” beber Sukri ketika disambangi sore tadi dikediamannya.
Menurut warga Jalan Sepakat RT 17 Sangatta Utara ini, papan lantai yang ada di kapal Tawarni Baru tidak dipaku sehingga kalau kapal terbalik, kemungkinan besar papan lantaui itu berhamburan di laut termasuk boks ikan yang masih kosong. “Dengan kondisi kapal Tawarni Baru itu, saya berharap kawan-kawan saya bisa memanfaatkan papan, boks ikan dan pelampung yang mengapung untuk menyelamatkan diri,” harap mantan pegawai KPC ini seraya memastikan tabrakan terjadi sekitar pukul 02.00 WITA.
Sukri mengakui di sekitar TKP, juga ada kapal nelayan asal Sangatta. Namun, ia tidak mengetahui apakah mereka mengetahui kapal yang diawakinya kecelakaan atau tidak. “Masalahnya di lokasi itu arusnya memang kuat, karenanya kami hanya berdiam diri tidak mancing menunggu arus normal,” bebernya seraya menerangkan semua lampu kapal menyala hanya lampu di menara yang rusak karena patah terbentur ketika keluar dari Sungai Kenyamukan.(SK12)