Beranda hukum Suparjan, Resmi Menjadi Dirut PDAM Kutim

Suparjan, Resmi Menjadi Dirut PDAM Kutim

181
0
Suparjan saat diambil sumpah sebagai Dirut PDAM Tirta Tuah Benua (T2B) Kutim oleh Bupati Ismunandar.

SANGATTA (9/9-2019)

                Bupati Kutim Ismunandar berharap Suparjan yang baru lantik sebagai Dirut PDAM Tirta Tuah Benua (T2B) Kutim terus meningkatkan kinerja PDAM dengan capaian utama PDAM Kutim bisa menjangkau masyarakat pedesaan.

               Harapan itu disampaikan Ismunandar, usai melantik Suparjan di Ruang Tempudau, Senin (9/9) siang. Acara yang berlangsung sederhana dan hanya dihadiri sejumlah pejabat diantaranya Ketua Sementara DPRD, Uce Prasetyo, Sekda Irawansyah, Asisten Pemkesra Setkab Kutim, Suko Buono dan pejabat PDAM T2B itu, diingatkan Ismu, PDAM terus memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat. “Saat ini pelayanan PDAM Kutim memuaskan, karenanya harus dijaga dan ditingkatkan termasuk dalam jangkauan pelayanan kepada masyarakat pedesaan dan yang belum terlayani PDAM,” pesan Ismu.

                Suparjan kepada Suara Kutim.com mengakui jangkauan layanan PDAM Kutim selama ini belum menyentuh pedesaan bahkan di Sangatta Utara dan Selatan, ada belum terlayani. Ia mengakui penyebabnya, tiada lain kemampuan jangkauan pipia distribusi dan perhitungan ekonomi.

                Meski demikian, jika pogram PDAM disetujui Pemkab dan DPRD Kutim yakni program layanan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) didukung, pelayanan PDAM Kutim meningkat karena program MBR sangat menguntungkan daerah dimana dibiayai APBN namun ditalangi daerah terlebih dahulu.

Mantan Kabag Teknik PDAM T2B Kutim ini, terpilih menjadi Direktur PDAM T2B Kutim periode 2019-2024 setelah melalui lelang jabatan yang dilaksanakan Pemkab Kutim. Ia menempati peringkat teratas, meski saat seleksi sebagai peserat nomor 2 dengan nomor peserta 02/Dir-PDAM/2019 dari 3 peserta dari 7 nama yang  mendaftar.

Dihadapan tim penguji yang terdiri Nor Wahid Hasyim dari Pengurus Daerah (PD) Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Kaltim, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur, Profesor Juraemi dan Sekda Irawansyah.(SK11)