Beranda kutim Suriati : BLK Harus Berfungsi Maksimal Agar TK Kutim Siap

Suriati : BLK Harus Berfungsi Maksimal Agar TK Kutim Siap

45
0
BERBAGI

SANGATTA (17/5-2018)
Anggota DPRD Kutim Suriyati minta Balai Latihan kerja (BLKI) yang dikelola Dinas tenaga Kerja (Disnaker) difungsikan lebih maksimal untuk meningkatkan keterampilan lulusan SMU atau SMK Kutim, sehingga bisa mengisi berbagai lowongan kerja yang ada di perusahan di Kutim.
“Kita punya BLK, tapi kurang maksimal. Padahal, kalau ini dimaksimalkan untuk melakukan pelatihan bagi pemuda-

Suriati -Anggota DPRD Kutai Timur.
pemuda Kutai Timur untuk meningkatkan keahlian atau keterampialn mereka, maka pemuda dari Kutim bisa mengisi berbagai lowongan kerja di perusahan, yang membutuhkan tenaga kerja skil,” katanya.
Politikus asal Bengalon ini, menyebutkan di tanah kelahirannya saat ini ada 58 buah perusahan yang beroperasi. Hanya saja, perusahan itu mengisi lowongan pekerjaan dengan mendatangkan pekerja dari luar sementara banyak pemuda di Bengalon menganggur dan yang hanya jadi penonton .
Sejatinya, ujar Suriati, perusahan masuk satu wilayah bisa meningkatkan perekonomian warga masyarakat termasuk dengan menyerap tenaga kerja lokal. “Tapi kalau perusahan mendatangkan pekerja luar dengan alasan skil, itu membuat ekonomi masyarakat lokal, tidak akan berkembang karena keberadaan perusahan,” bebernya.
Ia minta Pemkab bisa menjadi jembatan dan memperhatikan nasib warga sekitar perusahaan. Ditegaskan, perusahan haris mengisi lowongan kerja terlebih yang non skil dari warga lokal.” Selain itu, pemerintah harus meningkatkan skil tenaga kerja lokal, agar bisa mengisi lowongan kerja yang membutuhkan skil, di perusahan. Jadi kita juga harus berusaha merebut lapangan kerja dengan meningkatkan skil pemuda-pemuda kutai timur, agar tida ada lagi alasan perusahan mendatangkan pekerja dari luar,” katanya.
Dengan pelatihan, kata Suriati, pemuda-pemudi Kutim bisa berusaha sendiri, untuk mandiri. “yang penting sudah punya keahlian, maka bisa jadi mereka menciptakan lapangan kerja sendiri, dengan membuka usaha,” katanya. (ADV-DPRD KUTIM)