Beranda hukum Tak Satupun Undangan Rapat Istimewa DPRD Memberi Apresiasi Keberhasilan Pemkab Kutim

Tak Satupun Undangan Rapat Istimewa DPRD Memberi Apresiasi Keberhasilan Pemkab Kutim

336
0

SANGATTA (11/10-2018)

Suasana Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kutim dalam rangka Peringatan HUT Kutim ke 19, Kamis (11/10) dimana menghadirkan Bupati Ismunandar untuk menyampaikan proses pembangunan dan pemerintahan.
Kursi undangan yang kosong[/caption]Keberhasilan pembangunan yang dicapai Pemkab Kutim dalam setahun dipaparkan Bupati Ismunandar dalam Rapat Paripurna Istimewa I DPRD Kutim, Kamis (11/10). Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Yulianus Palangiran dan Ec UR Firgasih, secara khusus mendengarkan pidato Bupati Kutim terkait peringatan HUT Kutim ke 19.
Dalam pidatonya, Ismu mengungkapkan bagaimana roda pemerintahan dan pembangunan dalam setahun yang diguncang keterbatasan anggaran. Meski demikian, ia mengungkapkan ada 5 paradigma pembangunan dilakukan diantaranya memposisikan masyarakat dari lintas pemangku kepentingan sebagai subyek yang berperan aktif dalam pembangunan.
Dengan visi terwujudnya kemandirian Kutim melalui pembangunan Agribisnis dan Angroindustri tahun 2016-2021, Pemkab Kutim diungkapkan Ismu berhasil meraih harapannya setahap demi setahap. Dengan suara serak, Ismu menyampaikan keberhasilan yang diraih Pemkab Kutim salama setahun antara lain pertumbuhan PDRB tanpa migas dan batubara dari 1,14 % pada tahun 2016 menjadi 2,93 % di tahun 2017.
Kemudian IPM Kutim yang menjadi indikator komposit pembangunan sector pendidikan, kesehatan dan daya beli mengalami peningkatan dari 71,10 menjadi 71,91. Sementara warga miskin yang diukur dengan Indeks Kedalaman Kemiskinan (IKK) mengalami penurunan dari 2,05 menjadi 1,26, sedangkan terhadap kesehatan dimana angka harapan hidup meningkat dari 72,39 menjadi 72,45.
Selain membeberkan beberapa indicator, Ismu juga memaparkan keberhasilan lainnya seperti peningkatan jalan, penyempurnaan jaringan irigasi, meningkatkan jangkauan pelayanan air bersih hingga meningkatnya status RS Pratam Sangkulirang menjadi RSU Sangkulirang.
Sayangnya meski dipaparkan rinci, tak satupun undangan termasuk kalangan DPRD memberikan apresiasi seperti tepuk tangan yang merupakan symbol penghargaan atas prestasi yang dicapai. Sebagian besar undangan hanya terpaku mendengarkan pidato orang nomor satu di Pemkab Kutim ini, hingga rapat ditutup dengan ketukan palu siding sebanyak tiga kali. (ADV-DPRD KUTIM)