Beranda kesehatan Tanpa Kontrak, Dari Korsel Haji Lulu Suplay 5 Ton BBM Ke RSU...

Tanpa Kontrak, Dari Korsel Haji Lulu Suplay 5 Ton BBM Ke RSU Kudungga

1076
0

SANGATTA (3/1-2017)
Masyarakat Kutim patut bangga punya warga seperti Haji Lulu, pasalnya punya kepedulian sosial yang tinggi. Disaat gentingnya listrik RSU Kudungga, karena ketersediaan BBM hanya mampu digunakan untuk 1 jam, sementara suplayer yang ditunjuk Pemkab Kutim sudah tak mampu lagi menyediakan BBM, ternyata tanpa kontrak dan dari jarak jauh ia memerintahkan anak buahnya agar menyuplai 5 ton BBM ke RSU Kudungga.
Kepastian PT Manara Hasil Jaya yang dipimpin Haji Lulu menyuplai 5.882 liter lebih, diutarakan Astri Tawang – teman dekat Haji Lulu. Melalui postingan di facebook, ia meminta Haji Lulu bisa membantu RSU Kudungga agar listrik tidak padam. “Ternyata, postingan itu dibaca Haji Lulu yang kini berada di Korsel sehingga satu tangki mobil penuh solar langsung bergeser ke RSU Kudungga,” terang Asri Tawang ketika dihubungi Suara Kutim.com, petang tadi.
PT Manara Hasil Jaya yang dikelola Haji Lulu beberapa tahun lalu pernah menjadi rekanan Pemkab Kutim untuk menyediakan BBM RSU Kudungga. Dalam kondisi keuangan yang tak jelas, ia tetap eksis melayani kebutuhan Pemkab Kutim. “Namun belakangan tiba-tiba diputus kontraknya, pembayaran belum selesai tapi nggak masalah karena beliau berpikir rejeki tidak saja di RSU Kudungga saja,” ungkap Astri Tawang seraya menyebutkan Haji Lulu mempunyai sejumlah SPBU di beberapa kota.
Namun sayangnya, jika PT Manara Hasil Jaya harus menanggung beban besar karena keterlambatan pembayaran dari Pemkab Kutim sementara rekanan tertentu justru mendapat pembayaran tepat waktu. “Inilah yang disesalkan, kenapa harus ada perbedaan pelayanan sementara dana yang mengendap tidak sejuta dua juta tapi lima puluh miliar,” beber Asri Tawang yang mengakui beberapa hari lalu meminta Pemkab bisa membayar tagihan Haji Lulu, namun gagal karena ketiadaan dana.
Meski demikian, ternyata Haji Lulu tetap melayani kebutuhan Pemkab Kutim. Bahkan, Rabu (3/1), PT Manara Hasil Jaya baru menyuplai 10 ton solar untuk kebutuhan listrik kawasan Bukit Pelangi.
Sebelumnya, Rumah Sakit Umum (RSU) Kudungga Sangatta dikhawatirkan gelap gulita, karena pihak suplay BBM ke RSU Kudungga, sudah tidak sanggup lagi menyediakan.
Asri Tawang dalam positingannya di media sosial, Rabu (3/1) pukul 15.00 Wita menuliskan “Jangan sampai Rumah Sakit Kudungga mati lampu malam ini, karena infonya suplayer BBMnya sudsah tidak mampu ngisi solar” tulis Asri Tawang.
Postingan Asri Tawang itu, langsung mendapat tanggap puluhan netizen, bahkan mereka menyesalkan jika sampai terjadi pemadaman listrik. “Semoga jangan sampai mati lampu,” tulis Rudi Hartono.
Lalu Fathrur Rahman memberikan tanggapan “Kasian, jangan-jangan anggaran RSUD lebih kecil dari anggaran p*k”. Sedangkan Emmy Ardi Thomas mengaku prihatin karena terkait nasib pasien yang ada. “Moga tidak terjadi mati lampu kasian pasien yang ada disana,” tulisnya.
Namun Muhammad Hidayat menandaskan masalah listrik di RS milik Pemkab Kutim yang terancam mati, merupakan ujian kepada seorang pemimpin.(SK2/SK11)