Beranda kesehatan Terima Pastika Parahita, Ismu Semangat Implementasikan Perda KTR

Terima Pastika Parahita, Ismu Semangat Implementasikan Perda KTR

150
0

Bupati Ismunandar menerima penghargaan Pastika Parahita Tahun 2018. Penghargaan yang diserahkan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Hanung Sugihantono, Kamis (31/5) di Kantor Kemenkes .(Foto Ist)
SANGATTA (31/5-2018)
Tekad Pemkab Kutim menjadikan sejumlah tempat umum seperti Kantor Pemerintah, RSU dan Puskesmas serta fasilitas umum lainnya tidak menjadi arena merokokok atau bebas dari asap rokok, menjadi perhatian Kementrian Kesehatan.
Upaya keras mewujudkan udara sehat dan tidak terkontaminasi asap rokok itu, menjadikan Pemkab Kutim salah satu menerima penghargaan Pastika Parahita Tahun 2018. Penghargaan yang diserahkan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Hanung Sugihantono, Kamis (31/5) di Kantor Kemenkes ini, diakui Ismu semakin memotifasinya dan jajaran Pemkab Kutim untuk mempertahankan dan memperluas areal bebas dari asap rokok. “Mewujudan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sudah dilakukan Pemkab Kutim dengan menerbitkan Perbup, kemudian ditingkatkan menjadi Perda KTR. Kesemua itu, untuk melindungi masyarakat yang tidak merokok atau menjadi perokok pasif yang bahayanya lebih berat ketimbang mereka yang merokok,” terang Ismu seraya mengakui Perda KTR masih banyak dilanggar.
Penghargaan Pastikan Parahita diberikan Kemenkes bersamaan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2018. Penghargaan kali pertama bagi Kutim ini, diterima Bupati Ismunandar bersama Kadis Kesehatan Bahrani.
“ Semua orang berhak terlindungi dari paparan asap rokok orang lain. Kementerian Kesehatan bersama dengan sebagian dari pemerintah daerah telah berupaya untuk melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan melindungi masyarakat dari dampak buruk konsumsi hasil tembakau, salah satunya adalah penerbitan peraturan Kawasan Tanpa Rokok,” kata Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek.
Ia menandaskan, KTR adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan atau mempromosikan produk tembakau. KTR, ungkap Menkes meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan.
Menurut Menkes, dibutuhkan dukungan serta peran aktif pemerintah daerah untuk dapat menerapkan implementasikan KTR di wilayahnya masing-masing. Menkes mengharapkan semua lapisan masyarakat bersama-sama berkomitmen untuk melindungi generasi muda Indonesia dari paparan bahaya asap rokok dan menghindarkan mereka dari perilaku atau kebiasaan yang salah sehingga mengancam kesehatan mereka. “Anak selalu mengamati dan meniru perilaku orang tua, keluarga, bahkan lingkungan sekitarnya. Ia melihat, mendengar dan ia belajar. Karena itu, kita harus menjadi contoh, panutan atau role model bagi anak-anak dan remaja untuk berperilaku hidup sehat”, ujarnya dalam acara yang disatukan Hari Hipertensi dan Hari Thalasemia Sedunia.
Daerah yang menerima Pastika Parama yang diserahkan Menkes yakni Provinsi Bali dan Lampung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Pringsewu, Lampung Barat, Kota Probolinggo, Kota Lubuklinggau, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Bantaeng, Sulawesi dan Kab. Bintan. Sedangkan Penghargaan Paramesti dan Pastika Parahita sebanyak 104 daerah.(ADV-KOMINFO)