Beranda kutim Uce Nilai Sistem Pendidikan di PT Belum Membentuk Jiwa Pengusaha

Uce Nilai Sistem Pendidikan di PT Belum Membentuk Jiwa Pengusaha

14
0
BERBAGI

SISTEM pendidikan perguruan tinggi terutama di Kutim yang ada saat ini dinilai anggota DPRD Kutim dari PPP, Uce Prasetyo, perlu dibenahi secara signifikan, bukan terkait tata cara pengajaran namun bagaimana soal membuat mental lulusan Perguran Tinggi di Kutai Timur mampu memberdayakan dirinya pada industri kreatif.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi umumnya terjebak pada pola pikir yang tidak mandiri yakni lebih besar ingin menjadi Abdi Negara tidak diiringi dengan pikiran rasional bagaimana negara ternyata tidak dapat menampung semua lulusan.

Uce Prasetyo – Anggota Komisi D DPRD Kutai Timur

Uce Prasetyo belum lama ini dalam acara garapan DPD KNPI berjudul Judul Anggaran Pendidikan 20 Persen, mengungkapkan pola pikir yang terjadi di masyarakat adalah bagaimana, anak-anak didik memiliki pekerjaan mapan menjadi Pegawai Negeri Sipil atau Abdi Negara. “Kebanyakan orang tua senang sekali anaknya jadi PNS dan Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) meskipun gajinya kecil alias tidak seberapa,” ungkapnya.
Ia mengakui, telah melakukan survey dan hampir 80 persen dari mahasiswa-mahasiswi ingin bekerja dilingkungan pemerintahan, sisa 5 persen berkeinginan jadi pengusaha atau pebisnis, 15 persen ingin bekerja di sektor swasta atau jika di Kutim senang masuk di perusahaan tambang maupun perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Ia tidak memungkiri jika polemik mengenai jumlah TK2D yang semakin meningkat dari tahun ke tahun di Pemkab Kutim adalah salah-satu bukti nyata bagaimana sistem pendidikan turut menyumbang besar proses tersebut. Disisi lain, daya tampung untuk masuk di pemerintahan itu sedikit sekali karenanya diperlukan terobosan agar jumlah tenaga kerja dapat terserap pada bidang-bidang industri kreatif.
“Sektor industri kreatif dalam tahun-tahun mendatang amatlah menjanjikan, tinggal bagaimana anak-anak didik diberikan pemahaman dan penekanan betapa pentingnya memiliki jiwa entreprenuer. Sehingga pikiran untuk berwiraswasta dapat dimiliki oleh setiap lulusan perguruan tinggi di Sangatta. Dengan kata lain hal ini akan menumbuhkan semangat dan percepatan pergerakkan pembangunan di daerah, melalui individu-individu yang tangguh dan sanggup mengembangkan diri sebagai saudagar-saudagar muda,” pesan Uce Prasetyo kepada kaum muda Kutim.(ADV-77/DPRD KUTIM)