Beranda kutim Usai Makan Malam Langsung Tawaf dan Sai

Usai Makan Malam Langsung Tawaf dan Sai

222
0
Jamaah Umrah PT Arminareka Perdana Jakarta, foto bersama depan Ka'bah usai melaksanakan tawaf

SANGATTA (29/12-2019)

                Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam lebih, jamaah umrah Akhir Tahun 2019 bersama PT Arminareka Perdana Jakarta, Jumat (27/12) pukul 21.05 WAS tiba di Hotel Anjum sebuah hotel bintang 4 yang berada tidak jauh dari Masjidil Haram tepatnya 600 meter.

Syafranudin bersama istri depan Masjidil Haram usai tawaf dan sai pada Jumat (28/12) malam.

                Sebelum menuju Makkah, jamaah sudah melakukan miqat di Bir Ali serta melakukan niatan umrah serta menggunakan ihram, terutama bagi pria hanya mengenakan dua helai kain yang tak berjahit. Dipandu Ustadz Yazid dan Tour Leader Wulandri, semua jamaah terutama yang tergabung di rombongan 84 tampak khusuk ketika melantunkan talbiah.

                Selama menuju Makkah, Ustadz Yazid yang sudah bertahun-tahun tinggal Arab Suadi banyak memberikan pencerahan akan makna sebuah perjalanan ibadah haji atau umrah. Di beberapa tempat bersejarah, pria yang aktif melakukan pendampingan kepada jamaah Umrah PT Arminareka Perdana ini, mengupas tuntas hikmah dibalik ibadah haji dan umrah termasuk soal berbagi rejeki atau bersedekah.

                Demikian pula ketika jamaah tiba di Makkah, iapun melakukan bimbingan untuk berdoa sekaligus pendampingan saat melakukan tawaf dan sai terutama bagi jamaah yang baru kali pertama umrah. Iapun berulang kali mengingatkan jamaah akan larangan selama berihram, termasuk melepas ihram. “Meski sesama perempuan, jika ingin melepas ihram harus dalam kamar mandi tidak boleh ada orang lain, kemudian saat keluar sudah memakai kembali,” pesan Ustadz Yazid.

                Menurut Syafranuddin – melaksanakan tawaf dan sai memerlukan stamina karenanya diharapkan setelah menempuh perjalanan dari Madinah, beristirahat sejenak termasuk makan. Meski demikian, bagi yang tak mampu berjalan jauh bisa menggunakan kursi roda atau motor elektrik dengan cara menyewa dengan harga lumayan mahal. “Kursi roda sekitar Rp400 ribu kurang lebih, dengan motor elektrik  biaya sewa Rp800 ribu bisa untuk tawaf dan sai sedangkan kursi roda beda harganya,” terangnya.(SK5)