Beranda hukum Usai Rawat Pasien Virus Corona, RSIA Cahaya Sangatta Stop Sementara

Usai Rawat Pasien Virus Corona, RSIA Cahaya Sangatta Stop Sementara

119
0
RSIA Cahaya yang telah merawat pasien Virus Corona asal Sangatta.(Foto Ist)

SANGATTA (24/3-2020)

                Usai menangani seorang pasien yang belakangan diketahui positif terpapar virus Corona, Rumah

Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Cahaya Sangatta, demi kesehatan dan kenyaman  bersama, mulai Rabu (25/3) besok, menghentikan seluruh layanan. “Kami melakukan penghentian untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien dan tenaga medis, selain itu untuk membersihkan lingkungan RSIA dari ancaman virus Corona,” terang Direktur RSIA Cahaya Sangatta dr. Meitha P. E. Togas, Sp. A (K).

Dalam relisnya, Meitah membenarkan RSIA sempat merawat seorang warga Sangatta Utara yang belakangan dinyatakan positif terkena Virus Corona. “Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya pasien tersebut dirujuk ke  RSUD Taman Husada Bontang dan baru ketahuan positif terkena virus Corona,” terangnya seraya menambahkan perawat dilakukan sejak tanggl 5 Maret 2020 dengan system rawat jalan.

Dijelaskan, agar  virus Corona tidak berkembang di Kutim dan tidak ada korbanya lagi, semua pegawai dan medis terlebih tenaga kesehatan yang terlibat diliburkan.  Pihak RSIA sudah melapor ke Kadis Kesehatan Kutum, selain itu RSIA Cahaya  melakukan desinfeksi ke seluruh wilayah sarana prasarana rumah sakit sesuai dengan pedoman pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) rumah sakit untuk mencegah penularan virus Cofid-19.

“Manajemen RSIA Cahaya Sangatta meliburkan sebanyak 26  tenaga kesehatan yang telah kontak dengan pasien tersebut selama 14 hari untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, dan menghentikan sementara pelayanan rawat inap sesuai dengan surat pemberitahuan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur Nomor 112/RSIA-CS/III/2020 sebagai langkah kewaspadaan dini dalam rangka memutus rantai penyebaran virus Covid-19,” terang Meitha.

Sebagai RS, RSIA diakui dihadapkan dengan potensial risiko Biologi (virus,red) dan risiko psikososial atau beban kerja berlebih, tekanan psikis dan mental terkait adanya PDP terkonfirmasi Covid-19. (SK1)