Beranda hukum Warga Sempayau Tolak PT GAM Membangun Convoyer Tambahan

Warga Sempayau Tolak PT GAM Membangun Convoyer Tambahan

473
0
Jajaran PT GAM meninjau lokasi pembangunan convoyer yang ditolak warga Sempayau.

SANGATTA (11/4-2019)

            Rencana  PT Ganda Alam Makmur (GAM) membangun conveyor tambahan di Sempayu Kecamatan Sangkulirang, ditolak warga masyarakat. Mereka meminta PT GAM menghentikan pembangunan convoyer karena menyebabkan polusi udara, debu batubara, kebisingan dan dampak kesehatan lainnya.

            Budiansyah – Ketua Forum Peduli Masyarakat (FPMDS) Desa Sempayau menyebutkan keberatan warga sudah dibahas masyarakat pada Selasa (15/1) lalu. Kepada Suara Kutim.com, Rabu (10/4) Budiansyah menyebutkan selama ini stockpile batubara yang digarap PT GAM telah menimbulkan masalah dengan lingkungan masyarakat.

            Dalam rapat yang dihadiri berbagai komponen termasuk aparat desa, sebut Budiansyah warga menuntut penanganan dan pencegahan terhadap keluhan masyarakat oleh PT GAM tidak maksimal. “Terbukti banyak debu batubara yang bertebaran dan masuk dalam rumah warga terutama di RT 1 dan 2 Desa Sempayau, karenanya warga menolak penambahan conyer,” sebut Budi yang saat memberi keterangan didampingi Nurjali sebagai sekretaris FPMDS.

            Disebutkan, keberatan warga Desa Sempayau sudah disampaikan ke Pimpinan PT GAM di Sempayau dengan tembusan Gubernur Kaltim, Bupati dan Ketua DPRD Kutim serta Kadis LH Kaltim seraya memperlihatkan keputusan rapat warga Desa Sempayau.

            Kami minta, ujar Budiansyah, PT GAM memperhatikan apa yang disampaikan warga sehingga tidak menimbulkan konflik atau hubungan tak harmonis. “Debu batubara itu harus dibersihkan terus menerus, jika tidak kaki dan pakaian menjadi hitam,” ungkap Budiansyah.(SK11)