Beranda hukum Yayasan Ulin Temukan Sarang Buaya Siam di Loah Toh

Yayasan Ulin Temukan Sarang Buaya Siam di Loah Toh

1896
0

SANGATTA (12/3-2018)
Kegembiraan aktivis lingkungan hidup yang tergabung dalam Yayasan Ulin tak bisa ditutupi mereka ketika Selasa (27/2) lalu menemukan sarang Buaya Siam atau Crocodylus siamensis – buaya air tawar yang tergolong langka.
Dugaan sarang buaya yang hanya ada di Thailand dan Indonesia ini, ditemukan Iwan – petugas lapangan Yayasan Ulin ketika sedang menyusuri Danau Mesangat Kecamatan Muara Ancalong.
Suimah dan Yusuf Leway dari Yayasan Ulin, menerangkan, sarang buaya yang kini terancam kepenuhannya itu, ditemukan di Loah Toh. “Kami memperkirakan sudah berisi telur. Sarang ini dijumpai Pak Iwan yang juga staff lapangan Yayasan Ulin sedang beraktifitas di sekitar Danau Mesangat,”terang Suimah.
Kepada Suara Kutim.com ia menyebutkan Buaya Siam salah satu spesies yang dilindungi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Ia mengungkapkan, penampakan Buaya Siam dalam beberapa bulan terakhir karena merasa lingkungannya sudah aman. Berdasarkan pengakuan Yus, salah seorang nelayan di Loah Toh, semenjak warga nelayan tidak lagi tinggal di rumah terapung, Buaya Siam kerap menampakan diri. “Kami tentu senang adanya sarang sekitar Loah Toh itu, karenanya warga masyarakat diimbau tidak menganggu atau beraktifitas sekitar sarang karena bisa merusak sehingga pengembangbiakan Buaya Siam bisa gagal,” pesan Yusuf.
Yayasan Ulin yang konsen dengan pelestarian Buaya Siam, didukung Departemen Konservasi PT REA Kaltim Plantation, terus melakukan pemantauan terhadap sarang buaya asli Indonesia ini. Bahkan kamera pemantau sudah dipasang, sehingga bisa mengetahui kapan telur-telur menetas dan berapa jumlahnya.
Data yang didapat Suara Kutim.com, Buaya Siam merupakan salah satu dari 7 jenis buaya asli Indonesia yang termasuk dalam spesies Critically Endangered (kritis,red) berdasarkan IUCN Red List.
Buaya ini dinamai buaya siam lantaran spesimen yang dideskripsikan berasal dari Siam (sekarang Thailand). Selain disebut sebagai Buaya Siam, di Indonesia buaya ini dikenal juga sebagai buaya kodok dan buaya air tawar.
Di beberapa negara lain buaya siam dikenal sebagai Jara Kae Numchued (Thailand), Kropeu (Kamboja), Ke atau Kae (Laos; Thailand), Rabur (Laos), dan Cá sau xiêm (Vietnam). (K1)