Beranda hukum 2 Jabatan Masih Kosong

2 Jabatan Masih Kosong

885
0
Peserta seleksi JPT Kutim saat mengikuti acara pembukaan.

SANGATTA (21/8-2019)

               Dua jabatan tinggi pratama Pemkab Kutim yang tidak ada nominasinya, berdasarkan pengumumnan Paniti Seleksi (Pansel) yang diketuai Sekda Irawansyah, kedua jabatan yang kosong yakni Inspektur Itwil  serta Kepala Dinas PMK dan Penyelamatan.

                Dalam pengumuman yang diterbitkan 12 Agustus 2019 lalu, pada jabatan Kepala Dispora terdapat tiga nama yakni Basrie, Perpe Sitorus dan Yusuf Joko Rahardjo, kemudian  Kepala Satpol PP terdiri Didik Herdiansyah dan M Ajuansyah.

                Kepala Dinas Pendidikan terdiri Jamaluddin, Muhammad Amin dan Roma Malau. Untuk Kepala Pertanahan dan Penataan Ruang, pansel yang terdiri Prof Dr Ir Juremi, M.Si, Prof Dr Hj Eny Rochaoda, M.Si dan Prof Dr Ir J Rusdiansyah M,Si, menetapkan M Tahir Pekang, Muhammad Basuni dan Poniso Suryo Renggono.

                Sementara jabatan Kepala Disperindag hanya satu orang yakni Zaini, untuk jabtan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, terpilih 3 nominator yakni Nurjaen, Suria Atmaja dan Suriansyah. Sama dengan jabatan Kepala Dinas LH yakni Aji Wijaya Effendi, Dewi dan Merlin Sundu, kemudian Kadis Kelautan dan Perikanan terdapat tiga nama yakni Ayub, Hasdiah dan Yasrin.

                Sebelumnya peserta JPT yang  berjumlah 39 orang,  memperebutkan 10 jabatan Kepala OPD Pemkab Kutim, usai mengikuti pembukaan langsung dijajal dengan membuah makalah.

                Peserta  yang rata-rata kini menduduki jabatan eselon tiga, merupakan hasil seleksi dari 66 pelamar yang mendaftar.         Irawan berharap hasil seleksi bisa memberi dampak positif terhadap Kutim terutama dalam penempatan pejabat yang mempunyai kompeten. Diakui, saat ini semua profesi telah melakukan uji kompetensi yang tujuannya agar yang dipilih benar-benar kompeten di bidangnya.(SK11)

Artikulli paraprakDanrem Ingatkan Semua Dandim Waspada Dengan Ancaman Gangguan Keamanan
Artikulli tjetërDiduga Ada Mark Up Klaim, BPJS Kesehatan Tagih RSU Kudungga Rp680,7 Juta