Beranda kutim adv pemkab 6.000 Paket Sembako Telah Tersebar, Data Naik Jadi 20.000 KK

6.000 Paket Sembako Telah Tersebar, Data Naik Jadi 20.000 KK

327
0

Sangatta (12/4-2020)

Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Timur (Kutim) terus bergerak membagikan bantuan paket bahan pokok bagi masyarakat miskin dan kurang mampu yang terdampak akibat merebaknya wabah Virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di kutim, khususnya di Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan. Dari data Dinsos Kutim, hingga Sabtu (11/4) kemarin, sebanyak 6.469 paket bantuan sembako sudah tersebar di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Demikian disampaikan Kepala Dinsos Kutim, Jamiatulkhair Daik dalam laporannya pada rapat monitoring dan evaluasi (Monev) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kutai Timur, Sabtu (11/4) di posko utama Gugus Tugas COVID-19 Kutim pada kantor BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kutim, Sangatta.

Penyerahan Bantuan Sembako

“Hingga kemaren (Jum’at, 10/4/2020, red) sudah tersebar paket bantuan sembako sebanyak 5.769 paket di Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan. Sementara hari ini (Sabtu, 11/4/2020) sudah tersebar sebanyak 700 paket sembako di Kecamatan Sangatta Selatan. Sehingga totalnya mencapai 6.469 paket bantuan sembako kami sudah bagikan kepada 6.469 KK (Kepala Keluarga, red) keluarga miskin dan kurang mampu, yang memang terdampak dari COVID-19,” ujar Jami.

Namun, dari proses pembagian di lapangan, ternyata sejumlah permasalahan dan kendala ditemui. Di antaranya, dari data yang disetorkan oleh masing-masing Ketua RT (Rukun Tetangga) kepada pihak Kepala Desa dan Kelurahan, ternyata di lapangan ditemui ada penerima yang statusnya Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota TNI dan Polri, bahkan karyawan perusahaan batubara. Sehingga bantuan tersebut langsung dialihkan dan tidak diberikan sebagaimana kesepakatan awal, bahwa bantuan hanya diberikan kepada warga miskin dan kurang mampu saja.

Kadinsos Kutim, Jamiatulkhair Daik dalam rapat koordinasi

“Di lapangan ternyata banyak ditemukan ada PNS, anggota TNI dan Polri serta karyawan perusahaan tambang batubara. Sehingga tim pembagi yang dikawal khusus oleh anggota TNI-Polri serta Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutim, langsung mengalihkan bantuan kepada orang yang lebih berhak dan benar-benar membutuhkan. Bahkan kami (Dinsos Kutim, red) di gudang logistik langsung didatangi oleh orang-orang yang mengaku berprofesi sebagai tukang sayur, tukang kebun dan lainnya yang kini sudah tidak memiliki penghasilan akibat COVID-19. Karenanya sejak Sabtu (11/4/2020, red) malam, pendistribusian kami hentikan sementara dan dilakukan evaluasi serta pendataan ulang,” jelas Jami.

Ditambahkan Jami, dari pendataan ulang yang dilakukan tim Dinsos Kutim, dari data semula penerima bantuan paket sembako di Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan yang berjumlah 18.000 KK, kini menjadi 20.000 KK atau bertambah sebanyak 2.000 KK. Sementara program pembagian sembako ini akan berlangsung hingga bulan Juni mendatang, sehingga penerima bantuan paket sembako di Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan, total berjumlah 60.000 KK. Untuk 1 Paket sembako bernilai Rp 350.000, maka total anggaran yang dibelanjakan mencapai Rp 21 miliar, diluar biaya operasional dan kesehatan petugas.

“Dari jumlah 18.000 KK (Kepala Keluarga, red) penerima bantuan paket sembako di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, kini menjadi 20.000 KK, atau ada penambahan sebanyak 2.000 KK. Jadi total bantuan paket sembako yang akan diberikan selama tiga bulan atau hingga bulan Juni mendatang, mencapai 60.000 paket sembako untuk 60.000 KK. Sehingga total anggaran yang digunakan untuk belanja sembako mencapai Rp 21 miliar, diluar biaya operasional dan lainnya,” beber Jami.(Adv-Kominfo)

Artikulli paraprakKapolres Kutim Jamin Pendistribusian Bahan Pangan Hingga ke Pelosok Kutim
Artikulli tjetërKPC Sumbang APD dan 8 Ribu Rapid Test ke Pemkab Kutim