Beranda ekonomi Ada Ikan Dikolam Penampungan Air Limbah Tambang

Ada Ikan Dikolam Penampungan Air Limbah Tambang

2866
0
MENINJAU : Tim Gabungan DPRD Kutim saat meninjau lokasi penampungan air limbah dari penambangan batubara oleh PT KPC. (Foto Ist)

SANGATTA,Suara Kutim.com
Kalangan DPRD Kutai Timur (Kutim) menilai terjadinya pencemaran Sungai Bendili yang mengarah ke Sungai Sangatta, karena kelalaian PT KPC sebagai operator tambang batubara sekitar aliran sungai. Namun, para wakil rakyat Kutim ini menuding manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC) menutup-nutupi apa yang terjadi sehingga

Keadaan air saat air limbah mengalir ke Sungai Bendili
Keadaan air saat air limbah mengalir ke Sungai Bendili
mengklaim buruknya kualitas air Sangatat beberapa waktu lalu akibat longsoran tanah di sekitar Sungai Bendili.
H Sobirin Bagoes , menyebutkan ketika sejumlah anggota Tim Gabungan DPRD, Selasa (20/1) menijau lokasi titik awal pencemaran mereka mendapat keterangan dari manajemen KPC kalau air sungai kotor sehingga produksi PDAM turun karena curah hujan cukup tinggi mengakibatkan terjadi longsoran tanah kemudian masuk sungai, bukan dari tambang.. “Informasinya ada longsoran tanah disekitar Bendili saat curah hujan tinggi, sehingga pencemaran yang ada bukan dari limbah pembuangan hasil tambang,” sebut Sobirin.
Diungkapkan, saat bertemu dengan General Manager HSES, Immanuel Manege, saat Komisi Gabungan DPRD melakukan sidak memang tidak menemukan kejanggalan bahkan normal sehingga air dikolam bagus dengan PH rendah serta tidak kotor. “Dalam air kolam pengendapan itu, banyak ikan-ikan hidup dan banyak burung disekitarnya,” ujar politikus dari PKB ini.
Lebih jauh, Sobirin menyebutkan KPC berjanji terus melakukan aktifitas penambangan dengan aman serta menjaga lingkungan sebaikmungkin. Selai itu, KPC akan membangun satu areal lebih besar untuk pengendapan air tambang dengan sistem buka tutup secara otomatis terutam saat musim hujan.(SK-03/SK-07)

Artikulli paraprakCivitas STIPER Menangis Lepas Marhadin
Artikulli tjetërSungai Meluap, Sangatta Mulai Kebanjiran