Beranda kesehatan Anggota Perwasata Sukarela Ikuti VCT

Anggota Perwasata Sukarela Ikuti VCT

1107
0
Salah satu anggota Perasata Saat Mengikuti VCT
SANGATTA,Suara Kutim.com
Pola penularan HIV- AIDS di  Kutai Timur masih didominasi akibat  hubungan heteroseksual, sebanyak 80 persen. Sedangkan  akibat homoseksual  diperkirakan mencapai  tiga persen, sementara pengamatan sejumlah kalangan termasuk Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), penyimpangan seks ini sudah merambah Sangatta.
Menekan penyebaran virus mematikan terutama kalangan tertentu, KPA bekerjasama Dinas Sosial Kutim, Kami (11/9) menggelar sosialisai bahaya HIV – AIDS  termasuk model penularannya. Aksi yang didukung Persatuan Waria Sangatta (Perwasata) ini menjadi menarik karema peserta langsung  mengikuti pemeriksaan yang dilakukan tim mobile VCT KPA Kutim. “Virus AIDS mengancam siapa saja, terlebih-lebih yang biasa melakukan penyimpangan seks karena akibat penyimpangan seks itu menyebabkan luka yang tidak sadari sehingga memudahkan virus mematikan itu menular,” ungkap dr Rahmadi dari RSU Sangatta.
Sementara,  Harmadji Partodarsono – Sekretaris KPA menyebutkan, setiap tahun penderita HIV – AIDS di Kutim mengalami peningkatan. Ia menyebutkan, pada tahun   2006 terdapat  satu   penderita. Namun,   6  tahun  kemudian meningkat  menjadi 85  penderita, sedangkan pada tahun 2014 sudah 155 kasus.  “Tingginya penderita HIV AIDS  sangat meresahkan karenanya  itu  yang terlihat saja, lebih memprihatinkan ada ibu rumah tangga yang terkena,” terang Harmadji.
Mendapat paparan akan bahaya HIV-AIDS serta ancamannya, peserta sosialisasi yang kesemuanya anggota Perwasata langsung mengikuti konseling dan tes HIV. Memang dari 15 anggota Perwasata yang hadir, 13 orang yang langsung memeriksan dirinya. “KPA mengimbau, jika merasa pernah melakukan hubungan dengan bukan dengan pasangan sah sebaiknya memeriksaan diri sebelum berakibat fatal, memang  sekarang ini belum ada obatnya,” pesan Harmadji seraya menambahkan semua data akan disimpan rapat.(SK-05)

Artikulli paraprak25 Unit Ranmor Tak Bertuan Segera Dilelang Polres
Artikulli tjetërTidak Ada Pemalsuan Data di Sidang MK