Beranda kutim Ardi : Warga Sekerat Dukung 1000 Persen Pembangunan Pabrik Semen

Ardi : Warga Sekerat Dukung 1000 Persen Pembangunan Pabrik Semen

938
0
Kawasan Gunung Karts Sekerat Kecamatan Bengalon yang bakal dijadikan sumber bahan utama pabrik semen.

SANGATTA (10/4-2019)

               Warga sekitar Gunung Sekerat, mengaku heran dengan aksi sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Kutim dan Kaltim, mendesak pembatalan pembangunan pabrik semen di Sekerat. “Mereka itu atas nama masyarakat, kami yang lahir dan beranak pinak di Sekerat ini tidak keberatan pabrik semen berdiri karena kami yakin kehadiran perusahaan mampu membangkit ekonomi desa yang berimbas kepada kesejahteraan rakyat Sekerat ini,” kata Ardiansyah salah satu warga Pantai Jepu-Jepu Kaliorang..

Ardiansyah

                Yang membuat miris Ardi – sapaan pria yang dikenal sebagai tokoh masyarakat Selangkau, aksi yang terjadi di Samarinda beberapa waktu lalu, berakhir anarkis. Menurutnya kalau demi bawa batu dan panah, itu bukan lagi demi tapi sengaja mau mencelakai orang.

               “Kalau mereka merasa sebagai perwakilan masyarakat, sudahkah bertemu dengan kami warga Sekerat ini. Kapan kami ada memberi delegasi, kami warga Sekerat ini mendukung pabrik semen hadir karena banyak yang kami rasakan,” ungkapnya seraya menyatakan 1000 persen warga Sekerat mendukung pembangunan pabrik semen.

                Terkait akan terganggunya sumber air, Ardi yang pernah mengikuti beberapa kali rapat membahas Amdal dan rencana kegiatan perusahaan selama beroperasi menyebutkan semua sistem pengendalian dampak lingkungannya sudah direncanakan. “Saat digelar rapat di Hotel Royal Victoria Sangatta, sejumlah LSM lingkungan juga hadir dan sama-sama memberikan dukungan,” bebernya.

                Disinggung lahan, ia menyebutkan kini warga sudah mendapat pembayaran dari perusahaan. Bahkan, pihak perusahaan menegaskan akan merekrut tenaga kerja yang ada sekitar Gunung Sekerat baik saat pembangunan maupun operasi, selain itu ada kerjasama dengan warga beberapa hal lainnya seperti penyediaan tempat tinggal karyawan, catering, dan trasnportasi.

                Sebagai warga yang berdekatan dengan areal pabrik, Ardi minta warga yang protes datang ke Sekerat menemui warga. “Kalau mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup kami, silahkan mereka menolak. Kami ini warga Indonesia juga, mau hidup yang layak seperti orang kota juga. Anak-anak kami mau kami sekolahkan ke sekolah yang lebih baik juga, sama dengan anak –anak di Samarinda atau Sangatta,” sebut Ardi.

                Seperti diberitakan sejumlah mahasiswa di Samarinda dan Sangatta belum menggelar aksi menolak pabrik semen di Kutim. Aksi yang berujung anarkis ini, disesalkan banyak pihak. Sementara di Sangatta, Jumat (5/4) lalu  sejumlah mahasiswa menggelar mimbar bebas di Monumen Kudungga. Aksi yang dikoordinir Erwin – mahasiswa STIPER ini menghadirkan sejumlah orator antara lain Iwan – Dosen STIPER, Lubis – Ketua BPPD Rustam Kutim, Abi – alumni STIPER.

                Rencana pembangunan pabrik semen oleh PT Kobexindo sudah bergulir sejak tahun 2006 lalu, kini rencana itu dimatangkan dengan rencana  pemerintah Zhejiang  Tiongkok  yang akan menanamkan  investasinya sebesar  USD  2 miliar.

                Kabar berlanjutnya PT Kobexindo membangun pabrik semen di Sekerat ini, membuat warga sekitar Gunung Sekerat gembira karena sudah lama diidamkan. Bahkan, rencana itu semakin jelas setelah dilakukan pembayaran lahan warga oleh PT Kobexindo.(SK11)

Artikulli paraprakIsmu : Tahun 2020 Semua Desa Teraliri Listrik
Artikulli tjetërKutim Raih Peringkat II Penghargaan PPD Tahun 2018