Beranda ekonomi Bandara Sangkima Dikembangkan, Dirjen Perhubungan Udara Mendukung

Bandara Sangkima Dikembangkan, Dirjen Perhubungan Udara Mendukung

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (26/7)
Direktorat Jendral (Dirjen) Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan memberikan signal mendukung pembangunan Bandara Sangkima di Sangatta Selatan. Selain memberikan dukungan adminitrasi dan teknis, rencananya dalam bentuk finansial.
Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Johansyah Ibrahim menyebutkan Kemenub akan mengeluarkan izin pembangunan Bandar Udara (Bandara) Sangkima, setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur melengkapi persyaratan seperti status lahan, rencana desainnya serta pembiayaan. “Surat pembebasan lahan sedang diproses di Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta PT Pertamina sebagai pengguna lahan. Jika surat pembebasan lahan telah diserahkan kepada Kemehub, maka pihak Kemenhub melalui Dirjen Perhubungan Udara langsung mengeluarkan izin pembangunan bandara sekaligus bantuan biaya pembangunannya,” beber Johansyah.
Diungkapkan Johansyah, dalam pertemuan dengan Dirjen Udara dibeberkan rencana pengembangan Bandara Sangkima yang sebelumnya Bandara Pertamina dan mempunyai landasan. Ia membenarkan, pengembangan Bandara Sangkima nantinya menggunakan dana multi years. “Dirjen Perhubungan Udara sudah mengetahui kebaradaan Bandara Sangkima karena pernah dioperasikan Pertamina untuk menunjang aktiftas perusahaan, karenanya data Bandara Sangkima sudah ada sehingga ada kesiapan untuk memberikan pendampingan guna pengembangan bandara perintis itu,” ujar Johansyah ketika ditemui Suara Kutim.com.
Ia membenarkna, izin operasional Bandara Sangkima terbuka karena adanya izin penerbangan sebelumnya sebagai bandara perintis dan izin terbang ketika digelar Latihan Gabungan (Latgab) TNI.
Landasan Bandara Sangkima rencananya dibangun 1.600 meter dari 880 meter, selain itu diperlebar menjadi menjadi 45 meter. Setelah selesai dibangun pada 2017 mendatang, bisa didarati pesawat jenis ATR dan Hercules.
Untuk pembangunan Bandara Sangkima ini dana yang dibutuhkan paling tidak Rp200 M, karenanya dibangun menggunakan program multy years.(SK3/SK12)